Suara.com - Membagikan daging hewan kurban idealnya mengikuti anjuran yang telah diberikan dalam tuntunan. Ada tata cara pembagian daging kurban yang benar, sehingga Anda yang turut berkurban bisa melakukan ibadah ini dengan maksimal.
Untuk tahu lebih jauh tentang tata cara ini, Anda bisa cermati setiap poin di bawah ini.
Ketahui Bagaimana Pembagian Berat Dagingnya
Jika dalam konteks kurban wajib atau karena nazar, maka daging kurban tidak boleh dimakan oleh orang yang berkurban. Keseluruhan daging kurban wajib atau kurban nazar harus diberikan pada fakir miskin dalam keadaan mentah.
Namun dalam konteks kurban sunnah, orang yang berkurban masih dapat ikut memakan daging kurbannya dalam porsi tertentu namun selebihnya tetap diberikan pada orang lain.
Siapa yang Berhak Mendapatkan Daging Kurban?
Sejatinya, daging kurban diberikan pada fakir miskin atau orang yang membutuhkan. Dalam pembagian daging kurban, keutamaan akan diberikan pada golongan masyarakat yang membutuhkan daging tersebut.
Namun demikian ada pula pendapat yang memperbolehkan daging kurban diberikan pada orang yang dianggap mampu atau kaya, meski tetap diprioritaskan pada orang yang membutuhkan terlebih dahulu.
Apakah Orang Beragama Non-Islam Boleh Mendapatkan Daging Kurban?
Lalu apakah orang yang beragama non-islam boleh mendapatkan daging kurban yang dihasilkan dari kurban Idul Adha 2024 ini?
Pengurus MUI Pusat, KH. Akhmad Khambali, S.E, M.M, mengatakan bahwa menurut sebuah acuan, daging kurban dapat diberikan pada orang lain yang beragama non-islam. Namun daging yang diperbolehkan bagi non-muslim merupakan kurban sunah, dan bukan hasil kurban daging nazar.
Berbagai Pandangan Ahli Agama yang Bisa Saja Berbeda
Tentu saja pada akhirnya mengenai tata cara pembagian daging kurban yang benar akan mengacu pada preferensi masing-masing. Selama terdapat ahli agama atau ulama yang mengungkapkan tata cara yang ideal dengan merujuk pada referensi yang solid, maka hal ini dapat saja dijadikan pegangan.
Pada dasarnya kurban bertujuan untuk memberikan kebahagiaan pada orang lain. Mengacu pada masing-masing pegangan dan jika dilaksanakan dengan niat ikhlas di dalamnya, maka kurban tetap akan dapat menjadi berkah bagi orang yang menerimanya, dan membawa berkah pula pada orang yang melaksanakannya.
Tentu akan lebih baik jika Anda bertanya secara langsung pada ahli agama atau ulama mengenai tata cara pembagian daging kurban yang benar menurut masing-masing. Artikel ini dibuat tanpa maksud mendiskreditkan pihak manapun, dan ditulis berdasarkan semua keterbatasan yang dimiliki penulis. Semoga berguna, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
Terkini
-
7 Cara Mengatasi Shio Ciong Tahun Ini agar Tetap Aman dan Beruntung
-
11 Calon Hakim Agung dan 3 Cakim Ad Hoc Disahkan DPR, Ini Daftar Namanya
-
Respons Bencana NTT, DPR RI Kirim Perwakilan dan Siapkan Langkah Darurat
-
Eliano Reijnders Tak Mau Santai Usai Bela Timnas Indonesia, Bali United Jadi Sasaran Berikutnya
-
BRI Eco Culture Market 2026 Bali: Perkuat Daya Saing UMKM Lokal, Makin Dikenal Wisatawan Global
-
Jangan Terkecoh Visual! Pengamat Ungkap Makna di Balik Momen Mesra Jokowi-Prabowo
-
Menggugat Pendekatan Reaktif Pemerintah Atasi Karhutla
-
Pramono Anung Tekankan Sinergi Ulama-Umara demi Jakarta yang Kondusif dan Modern
-
Ulasan Novel Out: Ketika Keputusasaan Membawa pada Pembunuhan
-
BRI Eco Culture Market 2026 Bali: Perkuat Daya Saing UMKM Lokal, Makin Dikenal Wisatawan Global