Suara.com - Presiden Jokowi belum lama ini menggelar rapat terbatas membahas budidaya tanaman kratom yang tumbuh subur di Indonesia. Namun, dari pertemuan tersebut ternyata masih cukup banyak warganet yang salah sangka bahwa kratom adalah jenis narkotika. Supaya tidak ada kesalahpahaman lagi, simak informasi berikut.
Apa itu tanaman kratom?
Tanaman kratom adalah tanaman herbal yang bisa ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di sini, kratom banyak ditemukan di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kratom masih termasuk dalam suku Rubiaceae, seperti tanaman kopi. Bagian dari tanaman ini yang paling sering dimanfaatkan adalah daunnya. Daun kratom paling sering diolah menjadi teh.
Berdasar sejumlah penelitian, tanaman kratom memiliki berbagai jenis antioksidan, seperti flavonoid dan saponin. Inilah alasan mengapa tanaman yang bisa tumbuh sampai 30 meter ini kerap dimanfaatkan untuk kesehatan.
Manfaat tanaman kratom
Melansir dari laman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, berikut adalah berbagai manfaat tanaman kratom.
- Mengurangi rasa nyeri dengan kandungan alkaloid mitragynine dan 7-hydroxymitragynine. Dua kandungan ini dapat bekerja dengan cara mengontrol rasa sakit pada reseptor opioid otak.
- Membantu mengurangi kecemasan karena daun kratom bisa memberikan efek relaksasi.
- Meningkatkan stamina dengan memanfaatkan kandungan alkaloid yang dapat memberikan efek stimulan ringan.
- Mengurangi peradangan dengan berbagai senyawa yang bersifat anti-inflamasi, seperti mitraphylline.
Efek makan tanaman kratom
Sama seperti obat herbal lainnya, tanaman kratom tetap perlu dikonsumsi sesuai aturan. Konsumsi tanaman ini secara berlebihan dikhawatirkan dapat menimbulkan efek samping berupa sembelit, penurunan nafsu makan, pusing, tekanan darah tinggi, hingga gangguan hati.
Tak hanya itu, meski risikonya kecil, kratom juga bisa menyebabkan kecanduan. Pasalnya, tanaman ini bisa memberikan efek relaksasi layaknya opium.
Pembahasan Istana terkait Kratom
Dengan risiko efek samping yang dimilikinya, Badan Narkotika Nasional (BNN) sempat merekomendasikan supaya Kratom dimasukkan dalam narkotika golongan 1 sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.
Namun, melalui konferensi pers di hari Kamis lalu, Moeldoko selaku staf kepresidenan menjelaskan bahwa risiko ketergantungan tanaman kratom masih sangat rendah.
Baca Juga: Mirip Narkoba, Dokter Jiwa Jelaskan Mengapa Judi Online Bisa Bikin Kecanduan!
“Sedatifnya (efek menenangkan) ada, tapi dalam jumlah tertentu. Maka kita kerjar lagi supaya BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) melakukan langkah riset lanjutan untuk mengetahui seberapa besar sesungguhnya ini berbahaya,” ujar Moeldoko.
Dengan begitu, Presiden dan jajarannya bisa menetapkan aturan niaga bagi tanaman Kratom. Pasalnya, dengan kondisi saat ii, harga jual tanaman Kratom di Indonesia masih cukup rendah jika dibandingkan negara lainnya.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Waktu Sahur Sampai Jam Berapa? Ini Batas Akhirnya Menurut Ulama
-
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh Hari Ini 24 Februari 2026, Panduan Akurat dari Kemenag RI
-
3 Cara Menghasilkan Uang dari HP Tanpa Modal untuk THR Lebaran, Terbukti Cuan Maksimal
-
7 Serum Alpha Arbutin dan Niacinamide Ampuh Hempas Noda Hitam, Siap Glowing saat Lebaran
-
Promo Kue Kaleng Indomaret Alfamart 2026 Terbaru, Potongan Harga Gede-gedean untuk Lebaran
-
3 Resep Kue Kering Lebaran Tanpa Oven, Anti Ribet Cuma Pakai Teflon
-
Apakah STNK Bisa Digadai? Tak Cuma BPKB, Cek Syarat Lengkapnya
-
Cap Go Meh 2026 Libur atau Tidak? Cek Daftar Tanggal Merah Bulan Maret
-
Rahasia Puasa Nyaman: Pentingnya Sirkulasi Udara di Rumah
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian