-
- Bali masih bergantung pada pariwisata massal, sementara kopi dan cokelat premium belum tergarap optimal.
- Pusat bisnis baru difokuskan pada pengembangan kopi–cokelat premium dan kolaborasi dengan UMKM.
- Proyek ini ditargetkan menyerap tenaga kerja dan mendorong ekonomi daerah jangka panjang.
Suara.com - Di tengah tantangan penguatan ekonomi daerah pascapandemi, Bali masih menghadapi ketergantungan tinggi pada sektor pariwisata massal.
Di sisi lain, potensi komoditas unggulan seperti kopi dan cokelat premium Bali, yang memiliki nilai tambah tinggi dan pasar global, belum sepenuhnya terintegrasi dalam ekosistem bisnis berkelanjutan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, dan mendorong industrialisasi berbasis kearifan lokal.
Menjawab tantangan tersebut, WORCAS Group, perusahaan nasional yang bergerak di berbagai sektor usaha strategis, resmi mengumumkan rencana pembangunan Kantor Pusat Bali. Proyek ini menandai fase baru pertumbuhan perusahaan sekaligus mempertegas komitmen mereka dalam mendorong penguatan perekonomian daerah, khususnya di Bali.
WORCAS Group dikenal sebagai grup usaha dengan portofolio lintas sektor, mulai dari industri kopi dan cokelat Indonesia, manufaktur dan distribusi produk konsumsi, pariwisata dan produk kuliner, hingga sektor jasa profesional dan konstruksi, termasuk law firm serta kontraktor dan interior design.
Sebagai grup usaha terintegrasi dengan jaringan bisnis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan keterlibatan aktif di pasar global, mereka terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan nasional dengan orientasi jangka panjang dan daya saing internasional.
Presiden Direktur WORCAS Group, Roysevelt, menegaskan bahwa Bali dipilih bukan semata karena daya tariknya sebagai destinasi wisata dunia, melainkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata nasional yang memiliki multiplier effect signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Pengembangan bisnis di Bali merupakan bagian dari komitmen kami untuk ikut menyokong perekonomian lokal, membuka lapangan kerja, serta membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan,” ujar Roysevelt.
Kantor itu akan dibangun di atas lahan strategis dengan luas bangunan sekitar 5.000 meter persegi dan dirancang sebagai gedung multifungsi. Gedung ini akan menjadi pusat manajemen, koordinasi bisnis, serta pengembangan inovasi perusahaan, dengan target penyelesaian pada akhir 2026.
Selain berfungsi sebagai pusat operasional regional, kantor pusat ini juga dirancang untuk menampung berbagai aktivitas korporasi, mulai dari pengolahan bisnis kopi dan cokelat premium Indonesia, pengembangan merek nasional ke pasar global, hingga pusat kolaborasi dengan mitra strategis dan UMKM lokal Bali.
Baca Juga: Prediksi Bali United vs Dewa United di BRI Super League, Senin 29 Desember 2025
Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat rantai nilai komoditas unggulan daerah sekaligus meningkatkan posisi produk kopi dan cokelat Indonesia di pasar internasional.
Mereka optimistis proyek ini akan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan aktivitas rantai pasok, hingga kontribusi nyata bagi sektor konstruksi, pariwisata, dan industri kreatif di Bali.
Mereka pun menegaskan keseriusannya menjadikan Bali sebagai salah satu hub bisnis strategis perusahaan, sekaligus contoh peran sektor swasta nasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Apa Saja Syarat dalam Ibadah Umrah di Mekkah Arab Saudi?
-
Makeup Anti Luntur dan Bebas Cakey, Ini 5 Tips Pakai Bedak Tabur agar Tahan Lama
-
Siapa Owner Hanania Travel yang Lakukan Penipuan Umrah?
-
Dibongkar Tasya Farasya, Produk Rp100 Ribuan Ini Mirip Foundation Estee Lauder
-
5 Sepatu Puma Tanpa Tali untuk Jalan Kaki, Nyaman dan Stylish Mulai Rp600 Ribuan
-
7 Fakta Penipuan Umrah Hanania Travel: Rugikan 128 Orang Senilai Rp12 Miliar
-
Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
-
6 Cara Memilih Shade Cushion agar Hasil Tidak Abu-abu, Makeup Jadi Fresh dan Bebas Kusam
-
3 Cushion Terlaris di Shopee dengan Rating Nyaris Sempurna, Bikin Wajah Flawless Seharian
-
Kronologi Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel, Berapa Total Kerugiannya?