Suara.com - Pandji Pragiwaksono kembali mengkritik keras praktik dinasti politik yang diduga dilakukan oleh keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak sampai di situ, Pandji bahkan membandingkan adab Presiden Jokowi dengan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri dan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Kritikan sang komika ini diutarakan saat menjadi bintang tamu dalam podcast Akbar Faisal Uncensored. Pandji menyoroti dinasti politik keluarga Jokowi yang dinilai memang benar bisa dilakukan, tetapi hal itu belum tentu baik.
"Di Indonesia kita kan kenal baik dan benar. Ini kan dua hal terpisah, yang baik belum tentu benar dan sebaliknya. Ilustrasinya adalah misalnya kita lagi bawa mobil di perempatan, lampu kita hijau," tutur Pandji dalam podcast seperti dikutip Suara.com, Selasa (13/8/2024).
"Di perempatan itu harusnya kita maju. Tapi kita lihat ada orang menyeberang. Lampunya hijau tapi kita berhenti karena mau ngasih orang buat lewat. Apakah itu baik? Baik. Kita lagi ngasih lewat orang. Apakah itu benar? Tidak. Karena aturannya mengharuskan kita maju. Jadi kita bisa baik tapi gak bener. Tapi pada saat bersamaan, kita juga bisa benar, tapi tidak baik," sambungnya.
Pria yang kini tinggal di New York ini menegaskan bahwa setiap orang memang memiliki hak terjun ke dunia politik. Namun, hal itu tidak lantas membuat keputusan seseorang maju ke politik sebagai tindakan yang baik.
"Menurut saya, boleh-boleh saja siapapun (untuk terjun ke dunia politik). Itu merupakan hak mereka. Benar secara aturan, tetapi kan pertanyaan besarnya adalah apakah itu baik atau tidak? Nah supaya saya tidak berbicara sendiri dan mengawang-ngawang, saya sih pakai contoh saja," tutur Pandji.
Pandji pun mencontohkan sikap Ridwan Kamil yang berusaha mencegah terjadinya dinasti politik dalam keluarganya. Hal ini terbukti saat istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya ditawarkan untuk maju sebagai Wali Kota Bandung di Pilkada 2024.
"Saya berdiskusi dengan Ridwan Kamil. Beliau cerita istrinya sebenarnya ditawarkan untuk menjadi Wali Kota Bandung. Dan tinggi elektabilitasnya, pendidikannya oke, malah pendidikannya lebih sesuai dari kandidat lain," ucapnya.
"Tapi terus istrinya bertanya kepada Kang Emil, 'Gimana menurut kamu kalau saya maju jadi wali kota?' Kang Emil bilang, 'Jangan'. Karena memang benar mungkin secara aturan, tetapi tidak baik," beber Pandji.
Baca Juga: Majunya Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta Picu Pro-Kontra dari The Jakmania: RK Persib Banget!
Selain Ridwan Kamil, Pandji juga membandingkan adab berpolitik Jokowi dengan Megawati yang sangat bertolak belakang.
"Kita sudah tahu dari zaman dulu bahwa negara ini dimiliki segelintir orang. Tapi dulu bang, orang itu sembunyi-sembunyi," ucap Pandji.
"Dulu itu, izin ya bang, yang ibu Megawati katakan di depan umum itu kan sembunyi-sembunyi, 'Aku pokoknya mau punya 7 menteri, emoh kalau kurang dari itu'. Biasa kan sembunyi-sembunyi bang. Kok bisa sih terbuka?" tandas Pandji Pragiwaksono.
Berita Terkait
-
Majunya Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta Picu Pro-Kontra dari The Jakmania: RK Persib Banget!
-
Desak Cabut PP Alat Kontrasepsi Pelajar, Legislator PKS ke Jokowi: Jangan Buka Ruang Generasi Muda Berzina!
-
Selama 1 Dekade, Jokowi Lakukan Ini di Sektor Kehutanan
-
Jokowi Sebut Duit Swasta Yang Sudah Masuk IKN Capai Rp56,2 Triliun
-
Pastikan Jokowi dan Prabowo Hadir, tapi PKB Masih Pikir-pikir Undang Anies ke Muktamar
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik
-
Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau
-
Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG