Suara.com - Kesehatan mental dan pengembangan diri menjadi dua isu yang belakangan menjadi minat tersendiri bagi generasi muda. Hal ini yang juga kemudian jadi titik Karsa Cita, sebuah komunitas yang lahir pada 10 Oktober 2021, hadir.
Karsa Cita terbentuk sebagai respons atas memburuknya kondisi kesehatan mental selama pandemi.Komunitas ini pertama dinisiasi oleh Dysna Riefmadanty dan Serafine Christabel Beatricia. Karsa Cita bertujuan menciptakan ruang inspiratif yang mendukung individu untuk berkembang dan menjaga kesehatan mental mereka.
Nama Karsa Cita sendiri memiliki makna mendalam. Ia terdiri dari dua kata, "Karsa" yang berarti daya kekuatan dan "Cita" yang berarti perasaan atau kehendak.
Komunitas ini memfokuskan diri pada dua aspek utama: kesehatan mental dan pengembangan diri. Visi dari Karsa Cita adalah memberikan ruang inspiratif bagi para pejuang mimpi untuk menemukan kekuatan dalam diri, menyelaraskan kesehatan mental, dan meraih potensi maksimal.
Menurut Dysna Riefmadanty, co-founder Karsa Cita, komunitas ini bukan hanya sebuah wadah, tetapi juga sebuah gerakan yang bertujuan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.
"Kami ingin mendobrak ketabuan di bidang kesehatan mental, mengikis stigma, dan terus berinovasi untuk menciptakan ruang diskusi yang menginspirasi serta berdampak luas bagi lingkungan," ujar Dysna.
Manager of Community Development Karsa Cita, Hiya Naura Aini, menambahkan bahwa komunitas ini memiliki berbagai program yang berfokus pada pengembangan diri dan kesehatan mental.
"Kami memiliki lima program utama, termasuk 'Karsa Cita Mentoring Session' yang menghadirkan mentor dari luar komunitas, dan 'Karsa Cita Bonding' yang memperkuat hubungan antar staf dan divisi di Karsa Cita," jelas Naura.
Salah satu inisiatif unggulan Karsa Cita adalah 'Katagram', sesi Instagram Live yang bekerja sama dengan pihak eksternal yang ahli di bidangnya, serta 'Katalk', sebuah webinar series yang fokus pada topik tertentu.
Baca Juga: Satukan Para Ahli dan Komunitas untuk Mendorong Praktik Keberlanjutan dan Netralitas Karbon
Dengan pertumbuhan yang cepat, Karsa Cita kini telah menjangkau lebih dari 680 anggota dan terus memperluas dampaknya melalui berbagai kolaborasi.
"Kami berharap Karsa Cita tidak hanya menjadi ruang untuk pengembangan diri, tetapi juga menjadi platform yang membantu individu menyadari pentingnya kesehatan mental," kata Dysna.
Kedepannya, Karsa Cita berkomitmen untuk terus menciptakan ruang positif di mana individu dapat tumbuh dan berkembang, baik secara internal maupun eksternal.
Melalui program-program yang relevan dan inovatif, komunitas ini berharap dapat mendorong individu untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga berani mewujudkan mimpi mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah
-
BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores
-
Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari
-
Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah
-
6 Cara Mengatasi Peserta Upacara Pingsan atau Pusing akibat Panas Matahari
-
3 Contoh Teks Sambutan Ketua RT untuk Malam Tirakatan 17 Agustus 2026, Singkat dan Berkesan!
-
UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Kidung Para Pencari: Menemukan Makna di Tengah Riuh Kehidupan
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka