Suara.com - Rocky Gerung kembali mengkritik tajam Presiden Joko Widodo, terutama terkait pengaruhnya pasca menyelesaikan tugas sebagai kepala negara.
Dilihat di potongan podcast-nya bersama KEADILAN TV yang diunggah akun X @/CakKhum, Rocky menegaskan bahwa setiap presiden sudah pasti akan kehilangan pengikutnya setelah purnajabatan, tak terkecuali Jokowi yang akan mengakhiri pemerintahannya pada bulan Oktober 2024 mendatang.
"Dengan sendirinya presiden yang nggak punya kuasa tidak akan lagi dianggap. SBY sekarang siapa yang anggap? Tapi nggak ada yang misalnya tutup hidung kalau SBY jalan-jalan ke mall kan?" tutur Rocky, dikutip pada Rabu (25/9/2024).
Mantan pengajar Universitas Indonesia itu lalu menyoroti citra dan wibawa SBY yang dinilai tetap baik selepas tak lagi menjadi presiden.
"Konsekuensi itu, SBY masih beredar, orang terima, dia masih mampu menunjukkan watak presidentiality-nya. Sekarang kalau Jokowi lengser, siapa yang undang dia ceramah? BEM? Komunitas Luar Negeri? Kan nggak ada tuh. Bahkan orang anggap, mungkin orang akan lihat, Pak Jokowi itu bukan bekas Presiden tapi Presiden bekas," kata Rocky.
"Tapi sekali lagi ini bukan soal pribadi Pak Jokowi, ini soal dia yang dipilih dan punya kursi publik dan dia abaikan etika publik, sebagai Presiden tidak mengerti etika publik, mau diapain coba? Mau diajarin ya bagaimana," imbuhnya.
Rocky lalu menyoroti sejumlah aktivitas Jokowi beberapa bulan sebelum berakhirnya jabatannya sebagai RI 1, salah satunya ketika sang presiden lebih memilih untuk menghadiri pernikahan anak Khofifah Indar Parawansa ketimbang penutupan PON Aceh-Sumut.
"Memilih untuk datang ke perkawinan anaknya Ibu Khofifah daripada penutupan PON, itu bagaimana kita lihat? Mau cari apa di situ? PON itu kan peristiwa nasional," tandasnya menyayangkan keputusan Jokowi kala itu.
Berita Terkait
-
Bukan Gibran, Rocky Gerung Bocorkan Pemilik Baru Akun Fufufafa: Mungkin Baru Terbongkar 20 Tahun Lagi!
-
Rocky Gerung: Jokowi Presiden Bekas, Beda dengan SBY dan Megawati yang Mantan Presiden
-
Disebut Tak Layak jadi Wapres karena Skandal Fufufafa, Rocky Gerung: Masalah Gibran Terus jadi Beban Prabowo
-
Perusahaan Asal China Ini Selamatkan Muka Jokowi dari Nihilnya Investor Asing di IKN
-
Kaesang Pangarep Pakai Rompi 'Putra Mulyono', Diyakini Sedang Gimmick Menarik Simpati
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang
-
5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar
-
Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen
-
Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban