Suara.com - Indonesia kembali mencatatkan prestasi di kancah global, kali ini berkat keberhasilan Haji Isam, atau yang dikenal dengan nama lengkap Andi Syamsuddin Arsyad, dalam mengelola proyek monumental pencetakan lahan sawah seluas 1 juta hektar di Papua. Proyek ini tak hanya menjadi langkah besar dalam pengembangan sektor pertanian, tetapi juga mencerminkan komitmen Haji Isam terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua.
Dilansir dari unggahan di kanal YouTube Teknologi Populer yang dirilis pada 25 Agustus 2024, proyek ambisius tersebut diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam perekonomian Papua, sekaligus menunjukkan dedikasi kuat Haji Isam dalam memajukan daerah tersebut.
Pada 13 Agustus 2024, Haji Isam menunjukkan keseriusannya dengan mendatangkan 264 unit ekskavator ke Merauke, Papua Selatan. Pengiriman alat berat tersebut dibagi dalam tiga gelombang, di mana gelombang pertama membawa 88 unit ekskavator. Setiap proses bongkar muat di pelabuhan diawasi langsung oleh Haji Isam, memperlihatkan perhatiannya terhadap setiap detail proyek ini.
Pengadaan alat berat tersebut adalah bagian dari upaya mewujudkan lahan sawah seluas 1 juta hektar, yang bertujuan untuk mengubah lahan tidak produktif menjadi kawasan pertanian yang subur. Hingga saat ini, sudah tiba 764 unit ekskavator dari total 2000 unit yang direncanakan.
Pengadaan ini diperkirakan bernilai Rp4 triliun, menjadikannya salah satu pesanan alat berat terbesar di dunia. Proyek ini diprediksi akan mentransformasi sektor pertanian di Papua secara signifikan.
Mengenal Haji Isam
Haji Isam, seorang pengusaha asal Batu Licin, Kalimantan Selatan, memulai kariernya sebagai buruh serabutan. Kini, ia dikenal sebagai salah satu pengusaha tersukses di Indonesia dengan kepemimpinan di bawah naungan Johnlin Group, perusahaan yang bergerak di sektor batubara, perkebunan kelapa sawit, energi, hingga transportasi. Perjalanan kariernya mulai berubah ketika ia bertemu dengan Johan Maulana, seorang penambang batubara, yang kemudian membimbingnya dalam merintis bisnis batubara.
Haji Isam juga dikenal karena aksinya pada tahun 2018 saat ia membeli sebuah pesawat Boeing senilai Rp1,5 triliun. Koleksi mobil mewahnya yang mencakup kendaraan Formula 1 hingga mobil off-road semakin menegaskan kesuksesan dan kekayaannya. Namun, informasi mengenai kekayaan pasti Haji Isam tidak pernah diungkapkan secara terbuka, karena ia bukan pejabat negara yang diwajibkan melaporkan kekayaannya.
Meski demikian, salah satu indikasi kekayaan Haji Isam terlihat dari besaran zakat, infak, dan sedekah yang dikeluarkannya. Pada tahun 2022, melalui Yayasan Assalam Fil Alamin (ASFA Foundation), Haji Isam dilaporkan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp250 miliar. Berdasarkan ketentuan zakat mal dalam Islam, nilai tersebut mewakili 2,5 persen dari total kekayaannya.
Baca Juga: Rela Jongkok Ngobrol dengan Anak Haji Isam, Adab Raffi Ahmad Jadi Omongan
Dampak Proyek 1 Juta Hektar
Proyek besar pencetakan sawah seluas 1 juta hektar ini tidak hanya mencatatkan nama Haji Isam dalam rekor dunia, tetapi juga membawa dampak positif yang besar bagi Papua. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produksi pangan nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan, dan membuka banyak lapangan pekerjaan di wilayah yang selama ini masih terbelakang.
Kesuksesan Haji Isam dalam proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan dedikasi terhadap pembangunan dapat mengubah kondisi ekonomi suatu daerah. Transformasi ini sangat diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Sumber Kekayaan Haji Isam
Sumber kekayaan Haji Isam berasal dari berbagai sektor bisnis yang berada di bawah Johnlin Group. Melalui PT Johnlin Agro Raya Tbk, ia meraih pendapatan besar dari perkebunan kelapa sawit dan pengolahan minyak sawit. Di sektor transportasi, Haji Isam mengelola bisnisnya melalui Johnlin Baratama, Johnlin Marine Shipping, Johnlin Air Transport, serta PT Ehsan Agro Sentosa Group.
Sebelum meraih kesuksesannya yang luar biasa, Haji Isam meniti karier dari bawah. Ia pernah bekerja sebagai sopir truk kayu, operator alat berat, hingga tukang ojek. Titik balik kesuksesannya terjadi pada tahun 2011, ketika ia bertemu dengan Johan Maulana. Berkat bimbingan Johan, Haji Isam mempelajari bisnis batubara dan mendirikan perusahaan sendiri dengan dukungan modal dari Johan. Klien pertama perusahaannya adalah PT Arutmin Indonesia, anak perusahaan PT Bumi Resources Tbk milik keluarga Bakrie.
Keberhasilan Haji Isam semakin diperkuat dengan kemitraan strategisnya dengan Ketua MPR Bambang Soesatyo pada tahun 2003, di mana keduanya mendirikan PT Kodeco Timber, perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Kesuksesan ini terus mengokohkan posisi Haji Isam sebagai salah satu pengusaha berpengaruh di Indonesia.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa
-
5 Rekomendasi Parfum Wanita Aroma Elegan untuk Buka Bersama
-
Profil Irawati Puteri, Alumni LPDP Eks SPG Nugget yang 'Diburu' Netizen
-
Santa Josephine Margaret Bakhita: Mantan Budak yang Ingin Cium Tangan Penyiksanya
-
Jadwal Itikaf di Masjid Salman ITB: Cek Cara Daftar, Biaya dan Fasilitasnya!
-
Viral Alumni LPDP Diburu Netizen Buntut Kasus Dwi Sasetyaningtyas
-
Cuti Bersama dan WFA Libur Lebaran 2026 Mulai Kapan? Cek Jadwal Resminya
-
Bak Noni Belanda, Gaya Glamor Sarifah Suraidah Berbagi ke Pedagang Digunjing