- Josephine Bakhita diculik dan dijadikan budak sejak usia tujuh tahun.
- Ia mengalami penyiksaan hebat sebelum akhirnya mendapat kebebasan di Italia.
- Bakhita menjadi suster dan memaafkan semua orang yang pernah menyakitinya.
Suara.com - Seorang anak perempuan hidup dengan riang di sebuah desa sederhana bernama Olgossa, di wilayah Darfur, Sudan. Ia lahir sekitar tahun 1869, di tengah keluarga yang hangat dan penuh cinta. Ayahnya adalah orang terpandang di desa, saudara dari kepala kampung. Ia memiliki tiga kakak laki-laki dan tiga saudari perempuan.
Hari-harinya diisi tawa, permainan, dan rasa aman. Dalam kenangannya kelak, ia berkata bahwa hidupnya saat itu begitu bahagia, tanpa tahu apa itu penderitaan.
Namun suatu hari, kebahagiaan itu direnggut dengan kasar.
Saat usianya sekitar tujuh atau delapan tahun, sekelompok pedagang budak menculiknya. Dua tahun sebelumnya, kakak perempuannya juga mengalami nasib yang sama.
Sejak hari itu, hidupnya berubah total. Ia dipaksa berjalan tanpa alas kaki, menempuh perjalanan beratus-ratus kilometer hingga ke kota El-Obeid. Di sana, ia dijual seperti barang. Bukan sekali, tapi berkali-kali. Selama 12 tahun berikutnya, ia berpindah dari satu pemilik ke pemilik lain.
Nama yang diberikan orang tuanya perlahan hilang dari ingatannya, seolah ikut terhapus oleh luka dan ketakutan. Orang-orang yang memperbudaknya memberi nama baru: Bakhita, yang dalam bahasa Arab berarti “yang beruntung”.
Nama itu terdengar indah, tetapi hidup yang ia jalani justru penuh kesakitan. Ia juga dipaksa meninggalkan keyakinannya dan mengikuti agama tuannya, tanpa pernah diberi pilihan.
Di rumah salah satu tuannya yang kaya, Bakhita bekerja sebagai pembantu bagi dua anak perempuan. Awalnya ia diperlakukan cukup baik.
Namun suatu ketika, tanpa sengaja ia membuat marah salah satu anak laki-laki di keluarga itu. Amarah itu berubah menjadi pukulan dan tendangan yang begitu kejam, hingga tubuh kecil Bakhita tak mampu bangkit dari tikar jeraminya selama lebih dari sebulan.
Pemilik berikutnya adalah seorang jenderal Turki. Di rumah itu, penderitaan menjadi makanan sehari-hari. Cambukan, luka, dan air mata seolah tak pernah berhenti.
Bakhita pernah berkata bahwa hampir tak ada satu hari pun berlalu tanpa rasa sakit di tubuhnya. Saat satu luka mulai mengering, luka lain sudah menunggu.
Ada satu kenangan yang terus menghantuinya sepanjang hidup: sebuah peristiwa ketika tubuhnya dilukai dengan cara yang mengerikan.
Dengan tepung, garam, dan pisau tajam, pola-pola digambar di kulitnya, lalu disayat dalam-dalam dan ditaburi garam agar bekasnya tak pernah hilang. Lebih dari seratus luka terukir di tubuhnya. Ia tidak pernah lupa rasa sakit itu.
Tahun-tahun berlalu. Dunia di sekelilingnya berubah. Ketika wilayah itu terancam perang, sang jenderal menjual para budaknya.
Di Khartoum, Bakhita dibeli oleh seorang pria Italia bernama Callisto Legnani, wakil konsul Italia. Untuk pertama kalinya, ia tidak dipukul. Tidak dimarahi. Ia diperlakukan sebagai manusia.
Berita Terkait
-
Hamba Sahaya Itu Siapa Saja? Ini Penjelasan Lengkapnya dalam Islam
-
Review Novel Satine: Realitas Pahit Menjadi Budak Korporat di Jakarta
-
Klub dengan Semboyan Allah-Al-Watan Ini Bidik Juara Liga di 3 Negara Berbeda, Kok Bisa?
-
Review Buku Kumpulan Budak Setan: Horor Klasik Ala Penulis Kontemporer
-
The Kampret Rilis "Sambatku": Anthem Baru bagi Pejuang 14 Jam Kerja
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
3 Cara Cari Promo Indomaret Terbaru agar Belanja Bulanan Makin Hemat
-
Kamar Kos Gerah? Ini 7 Rekomendasi AC Portable Hemat Listrik, Dinginnya Bikin Betah!
-
Daftar Harga Mesin Cuci 1 Tabung Samsung Bukaan Atas untuk Ibu Rumah Tangga Modern
-
5 Sepeda Lipat yang Kuat dan Aman untuk Orang Gemuk, Mampu Tahan Beban hingga 100 Kg
-
6 Sepeda Lipat Mirip Brompton: Jauh Lebih Murah, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Pilihan Sepatu Louis Vuitton Original, Mewah Berkelas Mirip Sitaan Bupati Tulungagung
-
7 Rekomendasi Merk Mesin Cuci Langsung Kering, Tanpa Jemur dan Setrika
-
Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah
-
Awal 2026 yang Kelam, Ini Deretan Kepala Daerah dan Pejabat yang Terjaring OTT KPK
-
7 Sepeda Lipat Harga Rp500 Ribuan, Rangka Kokoh Kuat Angkat Beban Ratusan Kg