Suara.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu menyoroti salah satu janji politik Verrel Bramasta. Said Didu menyebut untuk jangan terkecoh dengan janji-jani manis politik seperti yang diungkap Verrel Bramasta.
Diketahui Verrell sendiri baru saja dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029. Pada salah satu janji politiknya, Verrel menyebut tak akan ambil gaji sebagai anggota DPR RI di tahun pertama.
Menurut Said Didu, janji seperti Verrell harusnya tak membuat terkecoh lantaran gaji pokok DPR RI yang tak seberapa. Pasalnya penghasilan terbesar dari anggota DPR RI adalah berasal dari tunjangannya, bukan gaji pokok.
"Jangan terkecoh dengan tidak terima gaji karena nilainya terlalu kecil," ungkap Said Didu seperti dikutip dari akun X miliknya, Kamis (3/10/2024).
"Supaya jelas. Penghasilan anggota DPR per bulan sekitar Rp 66 juta:1) gaji Rp 4,2 juta. 2) tunjangan sekitar Rp 62,8 juta. 3) dan banyak lagi tunjangan dan uang saku yang nilainya bisa mencapai milyaran per bulan," imbuhnya.
Pernyataan Said Didu sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Sumpah gua kepikiran bisa gak sih kalo anggota legislatif bisa gak sih kaya di buka open recruitment aja gitu lho, kaya test masuk CPNS. Jadi orang biasa ymg ga punya koneksi, yang beneran pinter di bidangnya gitu lho
Rahman," komentar warganet.
"Penghasilan terbesar anggota DPR adalah fee proyek, fee lobi-lobi, pelicin mensahkan UU, pelicin budgeting dari lembaga di bawah komisi, pelicin meloloskan calon ketua-ketua lembaga," imbuh warganet lain.
"Verrel pasti sudah tau lah berapa gaji dan tunjangan yang akan dia dapat, emaknya kan pernah jadi anggota dewan juga. Duit gaji mah cuma uang skincare dia buat seminggu," tulis warganet di kolom komentar.
Baca Juga: Verrell Bramasta Janji Gak Bakal Bolos, Ternyata Anggota DPR Dapat Bayaran Sebesar Ini setiap Rapat
"Gaji ga diambil tapi yang gedenya diraup, template-nya kaya kenal," timpal lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD