Suara.com - Karat pada mobil dapat disebabkan oleh kelembapan, kotoran, dan goresan pada bodi. Karat dapat mengurangi efisiensi mesin dan meningkatkan konsumsi bahan bakar, karena menghambat aliran udara dan bahan bakar.
Kerusakan akibat karat sering kali memerlukan perbaikan mahal, termasuk penggantian komponen yang rusak. Mobil berkarat juga cenderung memiliki nilai jual lebih rendah, karena dianggap kurang terawat.
Untuk menghilangkan karat pada mobil, ada beberapa metode yang dapat dilakukan, baik dengan bahan alami maupun teknik perbaikan yang lebih teknis. Berikut adalah cara-cara efektif untuk mengatasi masalah karat pada bodi mobil:
1. Menggunakan Baking Soda
Campurkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental. Oleskan pasta ini pada area yang berkarat, diamkan beberapa saat, lalu gosok dengan kain atau sikat lembut hingga karat terangkat.
Setelah itu, bersihkan sisa baking soda dengan air dan keringkan sebelum melakukan pengecatan ulang.
2. Cuka dan Air Jeruk
Cuka dan air jeruk memiliki kandungan asam yang dapat membantu melarutkan karat. Basahi kain atau spons dengan cuka atau air jeruk, lalu gosokkan pada bagian yang berkarat. Ulangi proses ini hingga karat hilang, kemudian bilas dengan air dan keringkan.
3. Menggunakan Dempul
Setelah mengamplas area yang berkarat hingga bersih, oleskan dempul pada bagian tersebut untuk menutupi kerusakan. Setelah dempul kering, amplas hingga rata dan bersihkan sebelum mengecat ulang area tersebut.
4. Amplas dan Pengecatan Ulang
Gunakan amplas kasar untuk menghilangkan karat secara menyeluruh, kemudian lanjutkan dengan amplas halus untuk meratakan permukaan. Setelah itu, oleskan primer anti karat sebagai lapisan dasar sebelum mengecat ulang dengan cat sesuai warna mobil.
5. Rust Remover
Cairan pembersih karat (rust remover) dapat digunakan setelah pengamplasan awal untuk memastikan semua sisa karat terangkat. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan secara hati-hati agar tidak merusak cat mobil.
Pencegahan Karat
Berita Terkait
-
5 Mobil Bekas Irit yang Terkenal Punya AC Dingin, Cocok untuk Persiapan El Nino
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
7 Mobil Listrik Super Fast Charging, Isi Baterai Cuma 18 Menit Bisa Tempuh Jarak Jauh
-
Berapa Harta Kekayaan Hery Susanto yang Diciduk Kejagung Usai 6 Hari Dilantik Presiden Prabowo?
-
Event Offroad Legendaris Camel Trophy Hadir Kembali di Kalimantan Tribute
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
5 Fakta Kasus Pelecehan Sesama Jenis Syekh Ahmad Al Misry: Catut Nama Nabi dan Imam Syafi'i
-
Room Art Fair 2026: Saat Kamar Hotel Disulap Jadi Instalasi Ruang Pamer Seni Kontemporer
-
Tarif Listrik per kWh Berapa? Ini Rincian Terbaru Resmi dari PLN
-
Kekayaan Hery Susanto versi LHKPN, Ketua Ombudsman yang Jadi Tersangka Korupsi
-
Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
-
5 Sepatu Hybrid dari Brand Lokal, Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Tinggi
-
4 Rekomendasi Parfum Aroma Peach dari Brand Lokal, Wangi Segar dan Tidak Pasaran
-
7 Sabun Cuci Muka dengan Niacinamide untuk Memutihkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Satu Dekade Buttonscarves: Dari Mimpi Sederhana Menjadi Ikon Fashion Kebanggaan Indonesia
-
Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'