Suara.com - Menyusul blundernya terkait gelar Doktor Honoris Causa, kini nama Raffi Ahmad juga ramai diisukan akan masuk dalam kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran periode 2024-2029.
Dikutip dari berbagai sumber yang beredar di media sosial, suami Nagita Slavina itu disebut-sebut akan menjabat sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di pemerintahan Prabowo Subianto. Ada pula sumber yang merumorkan Raffi akan menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf).
Tentu saja belum ada kepastian mengenai isu ini, walau Raffi sendiri pernah membantah ditawari jabatan terkait Kemenparekraf saat ditanyai pada 29 Mei 2024.
"Apa benar A Raffi ditawari jadi Menparekraf?" tanya Ipang Wahid di kanal YouTube kumparan, dikutip pada Minggu (6/10/2024).
"Enggak ada sama sekali, belum ada omongan apa-apa. Kalau aku kemarin bener-bener support. Sekarang aku masih di core aku aja, masih jalanin bisnis Rans, tetap masih isi acara TV juga," balas Raffi.
Meski begitu, Raffi secara tersirat juga mengaku sudah siap untuk terjun ke dunia politik, termasuk jika penghasilannya akan berkurang karena menjadi pejabat publik serta harus melaporkan harta kekayaannya secara transparan.
"Misalnya jadi pejabat publik kan gajinya kecil, dibandingin sekarang kan jauh banget. Enggak takut?" tanya Ipang lagi.
"Kan ada tabungan," seloroh Raffi. "Kan usahanya masih jalan. Istri kan masih kerja."
"Kalau hal itu, bukan itu yang menjadi (pertimbangan) utama. Maksudnya kalau terjun ke politik, apakah aku sudah siap? Kan banyak hal (yang harus dipertimbangkan)," imbuhnya.
Baca Juga: Langsung Bagi-bagi Voucher Usai Blunder Doktor Kehormatan, Raffi Ahmad Panen Cibiran: Persis Mulyono
Secara tersirat, Raffi seolah mengaku siap apabila penghasilannya berkurang banyak dibandingkan ketika aktif di dunia hiburan. Memang berapa sih gaji dan tunjangan seorang menteri?
Untuk diketahui, merujuk pada Keputusan Presiden Nomor 9 P Tahun 2015 kala pengangkatan Triawan Munaf sebagai Kepala Bekraf, disebutkan bahwa posisi tersebut setara dengan menteri di kabinet.
Dengan demikian, menurut Peraturan Pemerintah (PP) 60/2000, gaji pokok seorang menteri adalah Rp5.040.000 per bulan. Selain itu, menteri juga berhak menerima tunjanan jabatan sebesar Rp13.608.000 per bulan, sebagaimana diatur di PP 68/2001.
Di luar itu, menteri juga dikabarkan bisa menerima dana operasional sampai ratusan juta Rupiah yang dipakai sebatas untuk kegiatannya sebagai pejabat negara dan tidak termasuk komponen take home pay. Selain itu, menteri juga berhak menerima fasilitas seperti rumah dan mobil dinas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar