Suara.com - Ratu Thalisa alias Ratu Entok, selebgram asal Medan, Sumatera Utara, harus berurusan dengan hukum. Kontennya di media sosial bernada SARA berujung penjara.
Polisi menetapkan Ratu Entok sebagai tersangka kasus penistaan agama. Ia kini ditahan di Polda Sumatera Utara (Sumut).
Bagaimana kronologi kasus Ratu Entok yang viral di media sosial hingga berujung pada pidana? Berikut ini penjelasannya.
Berawal dari Live TikTok
Kasus Ratu Entok ini bermula dari siaran langsung selebgram di media sosial TikTok. Dalam siaran langsung itu, wanita transgender ini memperlihatkan foto Yesus di HP-nya sambil menyuruh memotong rambut.
"Jangan menyerupai perempuan, rambut harus dicukur, hmmm biksu kali ah. Kau cukur, heh, kau cukur rambut kau, ya. Jangan sampai kau menyerupai perempuan, kau cukur, dicukur biar jadi kek bapak dia. Dicukur, kalau laki-laki rambutnya harus botak, dicukur cepak, cukur woi," ujar Ratu Entok dalam video yang beredar.
Cuplikan video siaran langsung Ratu Entok ini direkam netizen lalu disebarkan ke media sosial dan akhirnya menjadi viral. Sementara video asli di akun media sosial Ratu Entok sudah dihapus.
Setelah itu Ratu Entok membuat klarifikasi dengan mengatakan bahwa video yang disebar netizen sudah dipotong alias diedit. Ia lalu mengancam orang-orang yang mengedit videonya akan dilaporkan ke polisi.
Dilaporkan ke Polisi
Potongan video Ratu Entok itu membuat Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Sumut, berang. Mereka menganggap Ratu Entok telah melakukan penistaan agama.
Belasan orang dari GAMKI Sumut mendatangi Polda Sumut pada 4 Oktober 2024 lalu. Diwakili Sekjen GAMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu, mereka melaporkan Ratu Entok atas dugaan penistaan agama.
Swangro mengatakan, perbuatan Ratu Entok di media sosial sudah menistakan agama Kristen karena menghina Yesus Kristus.
"Kontennya yang pertama, menunjukkan soal laki-laki gondrong. Bagi kami sebagai umat Kristiani itu menghina agama kami ataupun bahasa sederhananya penistaan agama," kata Swangro, Jumat (4/10/2024).
Dilaporkan ke polisi, Ratu Entok menyampaikan permintaan maaf. Dia merasa tak melakukan penistaan agama sebagaimana yang dituduhkan pelapor.
"Tanpa membela diri, karena apa pun ceritanya cuma satu pesan Entok untuk seluruh rakyat Indonesia, takkan mungkin Entok berniat menista apa pun itu. Kalaupun ada yang tersakiti atau tidak sesuai dengan bicara, Entok memohon kepada rakyat Indonesia yang beragam Kristen Katolik, Entok salah memegang foto karena Entok bukan bagian iman tersebut," katanya.
Berita Terkait
-
Berpelukan usai Sidang, Sandra Dewi Ungkap Doa Anak-anak buat Harvey Moies: Biar Papa Wamilnya Cepet Selesai
-
Kelar Sidang Langsung Peluk-pelukan! Harvey Moeis Cium Tangan Sandra Dewi usai Kepalanya Dibelai
-
Bunganya 18 Persen, Sandra Dewi Ngaku Utangi Bos Smelter Suparta Rp10 Miliar: 100 Persen Hasil Keringat Saya!
-
Identitas Asli Ratu Entok Selebgram Tersangka Kasus Penistaan Agama Terungkap, Laki-laki atau Perempuan?
-
Apa Agama Ratu Entok? Selebgram Tersangka Kasus Penistaan Agama
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
Terkini
-
Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai
-
Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7
-
Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT
-
Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar
-
Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
-
Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa