Suara.com - Dalam persaingan global yang semakin ketat, banyak perusahaan berlomba-lomba untuk menciptakan tempat bekerja yang ideal bagi karyawannya. Salah satunya adalah Daewoong, sebuah grup kesehatan terkemuka di Korea, yang diketahui menerapkan Program Unggulan SDM, yang memprioritaskan "pertumbuhan" karyawan.
Kunjungan Pejabat Kementerian Kesehatan RI ke smart factory Daewoong di Osong dan kantor pusat Daewoong di Seoul beberapa waktu lalu, berkesempatan mempelajari Program Unggulan SDM Daewoong dan juga berdiskusi dengan 15 karyawan muda terbaik asal Indonesia di berbagai bidang, termasuk klinis, riset, pengembangan, pemasaran, dan produksi, serta mendengarkan kisah pertumbuhan mereka.
Kepada para pejabat dari Internal Transformation Office Kemenkes RI yang diwakili oleh Hendrastuti Pertiwi, Direktur Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia; Dwi Meilani, Direktur Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara; dr. Indri Yogyaswari, Direktur Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan; Afifa Farha, Pemimpin Tim Budaya Kerja di Pusat Sistem dan Strategi Kesehatan; Anik Sri Handayani, Kepala Tim Kinerja Pegawai; dan Ns. Ella Andalusia, Kepala Tim Implementasi Universitas Korporat (Klasik) itu, Daewoong memaparkan komitmen jangka panjangnya terhadap pengembangan industri farmasi dan bioteknologi di Indonesia sejak tahun 2005.
Minjung Rhee, Head of HR Department Daewoong, menjelaskan mengenai sistem CDP (Career Development Program) di perusahaan tersebut yang memberikan karyawan kesempatan untuk mengembangkan karier mereka secara mandiri. CDP adalah program SDM Daewoong yang memungkinkan karyawan untuk memperluas kemampuan mereka di divisi lain guna membangun keahlian baru.
Di Daewoong, karyawan yang telah memperoleh pengalaman yang cukup dalam suatu divisi dapat secara mandiri memilih untuk pindah ke divisi lain guna meningkatkan karier dan keahliannya.
"Sistem CDP terbuka untuk semua karyawan yang mencapai tingkat kinerja tertentu, memberikan kesempatan yang sama bagi mereka untuk memperluas kemampuan kerjanya. Sistem ini berfungsi sebagai platform untuk pembelajaran dan komunikasi," kata Minjung Rhee dalam keterangannya.
Daewoong juga menjadi pelopor dalam mengadopsi Sistem Gaji Berbasis Pekerjaan di antara perusahaan-perusahaan Korea. Sistem Gaji Berbasis Pekerjaan Daewoong mengevaluasi karyawan hanya berdasarkan kemampuan dan kinerja mereka, tanpa memandang usia, masa kerja, jenis kelamin, atau kebangsaan, serta memberikan posisi dan kompensasi yang sesuai berdasarkan faktor-faktor tersebut.
Hal ini berbeda dengan sistem gaji berbasis senioritas, di mana upah meningkat seiring dengan masa kerja. Sistem Daewoong memberikan posisi berdasarkan kekuatan individu, memungkinkan mereka untuk berkembang melalui posisi yang sesuai dengan kemampuannya.
Sebagai hasil dari berbagai upaya dan progran yang diterapkannya, Daewoong dinobatkan sebagai salah satu 'Tempat Bekerja Terbaik di Asia 2023' oleh 'Great Place to Work (GPTW)' tahun lalu.
Baca Juga: Hampir Setengah Perusahaan Industri Mengalami Masalah Jaringan Setiap Bulan
Saat ini, ada 120 talenta muda Indonesia yang bekerja di Daewoong. Mereka bergabung melalui program magang Daewoong, di mana mereka menangani pekerjaan yang bernilai dan mendalami berbagai peran, untuk berkembang menjadi profesional.
Daewoong mengoperasikan sistem “umpan balik (feedback) pengembangan bulanan”, di mana para kepala tim mengadakan sesi diskusi satu lawan satu dengan karyawan setiap bulan. Para kepala tim memberikan umpan balik terperinci tentang kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan anggota tim mereka, secara berkelanjutan membimbing mereka agar pertumbuhan selaras dengan kinerja dan target. Dan para karyawan Indonesia juga menerima umpan balik pengembangan bulanan yang sama dan berkembang melalui sistem ini.
Dwi Meilani, Direktur Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara, menyatakan bahwa salah satu tujuan kunjungan rombongannya adalah untuk membantu memahami mengapa talenta muda Indonesia bersemangat untuk bekerja di Daewoong.
"Kami akan mempelajari sistem rinci Daewoong yang mendukung keterlibatan karyawan dalam pekerjaan mereka dan sistem umpan balik pengembangan bulanan yang mendorong pertumbuhan, untuk melihat bagaimana hal ini dapat berkontribusi pada pengembangan kapasitas bagi pegawai Kementerian Kesehatan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
-
Toner Viva untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 3 Varian yang Banyak Diulas Bagus
-
Minum Susu Saat 1 Muharram Sunnah atau Bid'ah? Ini Penjelasan Buya Yahya
-
Baca Surat Yasin hingga Bermuhasabah, Ini 7 Amalan 1 Muharram yang Paling Dianjurkan
-
Doa Awal Tahun Muharram yang Dibaca Selepas Magrib di Malam Tahun Baru Hijriah
-
5 Tempat Wisata Legend di Jakarta yang Selalu Ramai Pengunjung
-
Minum Susu Putih Malam 1 Suro Baca Doa Apa? Ini Hukum Meminumnya saat 1 Muharram
-
Self-Love Bisa Dimulai dari Mandi, Harashta Haifa Pilih Aroma Sabun yang Bikin Mood Naik
-
Abel Cantika Pilih Busana Anak Bertema Karakter, Ini Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang Si Kecil
-
4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian