Suara.com - Indonesia, sebagai negara kepulauan yang kaya akan budaya dan sejarah, memiliki beberapa istana kepresidenan yang tersebar di berbagai wilayah. Masing-masing istana memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi arsitektur, sejarah, maupun fungsinya.
Selama ini, kebanyakan orang mungkin hanya tahu dua istana yang berada di Jakarta, yaitu Istana Negara dan Istana Merdeka. Dan terbaru, sorotan masyarakat Indonesia tengah tertuju pada istana terbaru di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, yaitu Istana Garuda.
Selain 3 istana di atas, masih ada lima istana kepresidenan lain yang tak kalah megah. Simak selengkapnya mengenai 8 istana kepresidenan di Indonesia berikut ini.
8 Istana Kepresidenan di Indonesia
Berikut beberapa Istana Kepresidenan di Indonesia:
1. Istana Negara
Istana Negara terletak di Jalan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, dan berada satu komplek dengan Istana Merdeka, bangunannya menghadap ke sungai Ciliwung. Gedung Istana Negara mulai dibangun pada 1796 di masa kepemimpinan Gubernur Jenderal Pieter Gerardud van Overstraten. Pembangunannya cukup lama karena baru selesai pada tahun 1804 di masa kepemimpinan Gubernur Jenderal Johannes Siberg.
Pada awalnya, gedung ini adalah rumah istirahat seorang pengusaha asal Belanda bernama Jacob Andries van Braam di jalan Rijkswijk (sekarang Jl. Veteran). Kemudian di tahun 1821, pemerintah kolonial Belanda membeli rumah itu untuk pusat kegiatan pemerintahan dan tempat tinggal para Gubernur Jenderal di Batavia.
Setelah kemerdekaan Indonesia, fungsi utama dari istana ini diantaranya sebagai pusat kegiatan pemerintah seperti pelantikan petinggi pejabat negara atau menerima tamu kenegaraan. Tercatat, SBY pernah tinggal di istana negara saat menjabat sebagai presiden RI.
Baca Juga: Istana Bersolek Sambut Presiden Prabowo: Lantai Dipoles, Tembok Dicat, Jalan Dan Taman Dibersihkan
2. Istana Merdeka
Satu kompleks dengan Istana Negara, Istana Merdeka juga terletak di Jalan Merdeka Utara, Jakarta. Pembangunan Istana Merdeka dilakukan pada tahun 1873 di bawah Gubernur Jenderal James Lindon. Pembangunan gedung ini didasari atas keinginan gubernur untuk membangun istana yang berdekatan dengan Hotel Rijswikjk yang menghadap ke Lapangan Monas.
Pembangunan Istana Merdeka selesai pada tahun 1879 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johan Willem van Landsberge dan diperkirakan menghabiskan dana sebesar 360.000 gulden. Gedung itu kemudian digunakan sebagai tempat tinggal resmi gubernur selain kediaman lainnya di Bogor.
Meski memiliki fungsi utama sebagai tempat tinggal resmi dan kantor presiden, mamun hanya Soekarno dan Gus Dur yang pernah tinggal di sini selama menjabat. Meski begitu, Presiden Jokowi juga pernah tinggal di sini, namun hanya sesaat sebelum akhirnya pindah ke istana Bogor.
3. Istana Bogor
Istana Bogor terletak di Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, terletak sekitar 60 kilometer dari Jakarta. Gedung ini berdiri di atas tanah seluas 28,86 hektar dengan ketinggian 290 meter dari permukaan laut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi