Suara.com - Cakap, platform edukasi Indonesia di bawah program Catalytic Fund dari United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) telah menjalankan program kolaboratif yang memberikan keterampilan penting untuk siswa di Kota Kupang.
Program ini, yang dimulai pada bulan Mei 2024, berlangsung selama 6 bulan dan menggabungkan pelatihan bahasa Inggris dengan teknologi hidroponik sebagai bagian dari inisiatif pendidikan untuk memberdayakan generasi muda di wilayah yang menghadapi tantangan besar.
Berdasarkan data akhir Tahun 2023 dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Kota Kupang memiliki jumlah penduduk 444,660 ribu jiwa. Dari jumlah itu, hanya 14,97% dari masyarakat Kupang yang melanjutkan pendidikan tinggi.
Hal ini didukung dari data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang, yang menyebutkan bahwa hingga akhir 2023 terdapat 8.608 orang pengangguran yang tersebar di 6 Kecamatan dan 51 Kelurahan di Kota Kupang.
Rendahnya partisipasi dalam pendidikan tinggi berdampak pada minimnya penyerapan tenaga kerja terampil, salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan sumber daya manusia dalam penguasaan soft skills seperti kemampuan dalam berbahasa asing.
Inisiatif ini didukung penuh oleh pemerintah Indonesia melalui BPDLH dari Kementerian Keuangan, yang telah lama mendorong praktik-praktik pembangunan berkelanjutan di wilayah-wilayah yang membutuhkan, serta dipandang penting oleh para perwakilan internasional dalam konteks pemberdayaan masyarakat global melalui pendidikan.
Program ini melibatkan lebih dari 700 siswa-siswi dari 30 sekolah di 12 kota, dengan fokus utama pada wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Kupang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena memiliki tantangan mendesak seperti rendahnya tingkat pendidikan, tingginya angka stunting, serta dampak nyata dari perubahan iklim yang mempengaruhi sektor pertanian lokal.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Undana Kupang, sejak awal tahun 2024 diprediksi terancam gagal panen akibat curah hujan yang tidak menentu dan iklim ekstrem.
Para siswa mempresentasikan hasil karya hidroponik, Bahasa Inggris dinilai penting bagi masyarakat Kupang karena wilayah ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata, dengan destinasi yang diunggulkan seperti Pantai Tablolong dan Goa Kristal. Dengan pelatihan bahasa Inggris, diharapkan dapat mendukung siswa untuk terlibat di industri pariwisata, sehingga mereka bisa berkontribusi lebih baik dalam sektor tersebut.
Baca Juga: Smartfren Community Peduli UMKM, Adakan Workshop Berseri di Cilacap
Dengan turut berkontribusi pada industri tersebut, maka diharapkan dapat mendukung peningkatan ekonomi daerah.
Selain pendidikan bahasa Inggris, para siswa juga mendapatkan pelatihan teknik hidroponik sebagai solusi inovatif untuk mengatasi tantangan lingkungan di Kupang, terutama terkait keterbatasan air dan degradasi lahan.
Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong praktik-praktik pertanian berkelanjutan di daerah-daerah yang rentan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung mata pencaharian masyarakat lokal di sektor pertanian.
Tomy Yunus, CEO & Co-founder Cakap, percaya sinergi positif pada program ini dapat terus menular dan berdampak dalam peningkatan kualitas sumber daya anak bangsa yang lebih baik. Antusiasme ditunjukan bukan hanya dari perwakilan internasional yang hadir, namun juga oleh para peserta pelatihan.
“Sesuai dengan visi Cakap yaitu “Elevating Peoples Live”, sebuah kehormatan bagi kami dapat terus berkontribusi secara langsung seperti pada sekolah-sekolah di Kupang guna meningkatkan taraf hidup mereka. Melihat generasi muda yang bersemangat untuk belajar dan kemahiran dalam menceritakan hal yang mereka pelajari dalam kelas menggunakan bahasa Inggris merupakan sebuah pencapaian yang patut untuk dibanggakan,” ungkap Tomy.
Kolaborasi antara Cakap dan Catalytic Fund ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang yang signifikan, tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi masyarakat luas di Kupang. Melalui pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan serta pendekatan berkelanjutan dalam sektor pertanian, program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan yang bisa diterapkan di wilayah-wilayah terpencil lainnya.
Berita Terkait
-
Ditunjuk Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Beberkan Strategi di Awal Menjabat
-
Presiden Prabowo Pecah Kementerian LHK, Hanif Faisol Yakin Layanan Masyarakat Tak Terganggu
-
Menko Airlangga Dapat Rapor Merah dari BPK: Ribuan Peserta Kartu Prakerja Tak Memenuhi Syarat
-
Menko Airlangga Sebut Program Prakerja Indonesia Ingin Ditiru Negara Lain
-
NeutraDC Perkenalkan Pemanfaatan AI bagi UKM Binaan Telkom Mandalika
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis