"Acara ini tidak ada hubungannya dengan unsur politik. Ini murni untuk mengenang emak kami, dan kami tidak ingin acara ini dimanfaatkan untuk kepentingan lain, karena emak kami adalah sosok yang hebat," kata Yandri.
Ia juga mengakui bahwa surat undangan untuk para kepala desa, staf desa, Ketua RT, RW, serta kader PKK dan Posyandu menggunakan kop dan stempel kementerian.
"Kami bisa memperbaikinya nanti, tetapi sekali lagi, itu tidak disalahgunakan atau dibelokkan," tambahnya. Ia pun berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut.
Perlu Tindakan Tegas dari Presiden
Mahfud MD menilai bahwa Yandri Susanto, sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, telah melanggar etika birokrasi dengan membuat surat undangan menggunakan kop dan stempel resmi kementerian untuk acara pribadi.
Berkaca dari kejadian ini, Presiden Prabowo Subianto perlu menunjukkan ketegasan dalam memimpin Kabinet Merah Putih. Dalam pidato pertamanya, Prabowo meminta para pejabat untuk menjadi teladan bagi masyarakat. Jika pemimpin memberikan contoh yang buruk, masyarakat akan menirunya, karena masalah dimulai dari pemimpin.
Tindakan Yandri Susanto dinilai dapat mencoreng nama baik Kabinet Merah Putih yang baru berdiri dua hari. Surat berkop dan berstempel tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial dan media massa, memicu kritik tajam dari berbagai kalangan.
Seorang menteri seharusnya memahami bahwa memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi adalah pelanggaran terhadap aturan dan etika.
Demikianlah informasi terkait kontroversi haul ibu Menteri PDT dan istrinya Cabup Serang yang memanfaatkan fasilitas kementerian untuk kepentingan pribadi.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Baca Juga: Pendidikan Wamen Giring Ganesha yang Dikritik karena Bahasa Inggris, Dikeluarkan 2 Kali dari Kampus
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Pilih yang Sesuai Kebutuhan, Ini Perbandingan Manfaat Asuransi All Risk vs TLO
-
Parfum HMNS Apa yang Wangi Tahan Lama? Cek 6 Rekomendasi Terbaiknya
-
5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit
-
Physical vs Chemical Sunscreen, Mana yang Lebih Aman untuk Bumil? Cek 5 Rekomendasinya
-
Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Tips Parfum Tahan Lama di Baju, Wangi Tidak Mudah Hilang dan Lebih Awet
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam