Suara.com - Belakangan ini banyak istilah yang digunakan oleh Gen Z untuk menjelaskan berbagai hal. Salah satu yang sering diucapkan dan menjadi tren saat ini adalah jam koma. Lantas, jam koma Gen Z artinya apa?
Istilah jam koma Gen Z sedang viral di media sosial seperti TikTok dan X. Istilah ini merujuk pada kondisi yang dialami oleh seseorang dari kalangan Generasi Z, di mana mereka berada dalam situasi kelelahan kognitif setelah menjalani berbagai aktivitas yang padat.
Jam Koma Gen Z Artinya Apa?
Jam koma Gen Z menggambarkan tantangan yang dihadapi generasi muda saat mencoba menjaga keseimbangan antara aktivitas sehari-hari dan kebutuhan untuk beristirahat.
Kondisi jam koma merupakan keadaan di mana seseorang mengalami kelelahan kognitif dan penurunan fungsi mental setelah melakukan berbagai aktivitas yang memerlukan konsentrasi tinggi dan aktivitas intelektual yang berkelanjutan.
Kelelahan kognitif muncul ketika sumber daya mental seseorang terkuras, sehingga mereka merasa sulit untuk tetap fokus, berpikir dengan jelas, membuat keputusan yang tepat, atau menyelesaikan tugas dengan efektif. Singkatnya, istilah ini mencerminkan ketidaksesuaian antara kondisi fisik dan otak yang tetap aktif.
Kapan Jam Koma Gen Z Biasa Terjadi?
Jam koma Gen Z biasanya terjadi setelah pulang kerja atau sekitar sore hingga malam. Seseorang yang mengalami kondisi ini terlihat lelah, lesu, dan kehilangan konsentrasi.
Fungsi kognitif sangat penting untuk menentukan konsentrasi dan kelancaran aktivitas seseorang. Jika kognitif mengalami kelelahan, berbagai gangguan dapat muncul.
Meskipun terdengar seperti candaan, istilah jam koma menggambarkan kondisi serius yang dialami oleh mereka yang memiliki jadwal kerja padat dan harus menghadapi tekanan yang besar. Fenomena ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental.
Apakah Generasi Lain Juga Mengalami Jam Koma?
Meskipun populer di kalangan Gen Z, tidak menutup kemungkinan jam koma juga dialami oleh generasi lain, karena hal ini berkaitan dengan kelelahan kognitif. Jika merasa lelah secara fisik dan mental, siapa pun akan merasa hilang fokus dan sulit berkonsentrasi.
Baca Juga: Cek Fakta: Raffi Ahmad Buka Situs Judi Untuk Bantu Perekonomian Masyarakat
Kognitif sendiri merupakan istilah yang merujuk pada kemampuan seseorang dalam belajar, mengingat, dan memecahkan masalah. Oleh karena itu, kelelahan kognitif dapat mengganggu aktivitas penting dan siapa pun bisa mengalaminya.
Cara Mengatasi Jam Koma
Mengutip dari situs resmi Umsida, berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mencegah dan mengatasi jam koma yang kerap terjadi di kalangan Gen Z.
1. Istirahat Teratur
Saat melakukan aktivitas atau pekerjaan berat, penting untuk membuat jeda secara berkala, misalnya menggunakan teknik Pomodoro, yaitu 25 menit bekerja diikuti dengan 5 menit istirahat. Hal itu dapat membantu mengurangi beban mental.
2. Membuat Skala Prioritas
Untuk mengatasi jam koma, fokus pada satu tugas dalam satu waktu dapat mengurangi beban kognitif dan meningkatkan efisiensi.
3. Meningkatkan Kualitas Tidur
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mengisi ulang sumber daya mental, yang membantu mencegah kelelahan kognitif.
4. Meditasi
Meditasi juga berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan mengurangi stres. Latihan ini efektif dalam membantu otak beristirahat dan mengurangi ketegangan mental, sehingga memulihkan fokus dan energi mental.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Kenapa Harta Warisan Keluarga Sering Menimbulkan Konflik? Detektif Jubun Ungkap Alasannya
-
6 Perhiasan yang Bawa Keberuntungan Shio di Tahun Kuda Api 2026
-
Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung
-
Dari Menyeberang Jalan hingga Buang Sampah, Pentingnya Anak Paham Keselamatan Sejak Dini
-
6 Sepatu ALDO yang Diskon di MAPCLUB, Ada Model Stylish hingga Artist Series
-
Etika dan Hukum Titip Doa Pada Jemaah Haji Dalam Islam
-
Tak Hanya Pintar Akademik, Generasi Muda Dituntut Kuasai Diplomasi dan Bangun Jejaring Global
-
Di Tengah Krisis Global, Traveling Tetap Prioritas: Anggaran Wisata Malah Meningkat di 2026
-
5 Parfum Aroma Mewah di Indomaret, Wanginya Elegan Bikin Percaya Diri