Suara.com - Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) atau Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN) adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan favorit di Indonesia. Dikenal karena kualitas pendidikan yang tinggi, biaya gratis, serta prospek kerja yang jelas, STAN menjadi incaran banyak lulusan SMA.
Salah satu alasan utama yang menarik perhatian adalah gaji dan tunjangan menarik yang diterima lulusan setelah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Berapa gaji dan tunjangan lulusan STAN?
Jenjang Pendidikan dan Golongan Lulusan STAN
Saat ini, STAN menawarkan dua program pendidikan utama, yaitu Diploma III (D3) dan Diploma IV (D4) atau Sarjana Terapan. Jenjang pendidikan ini menentukan golongan PNS saat lulusan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS):
- Lulusan D3: Diangkat menjadi CPNS Golongan IIc (Pengatur).
- Lulusan D4: Diangkat menjadi CPNS Golongan IIIa (Penata).
Golongan ini menentukan besaran gaji pokok yang diterima setiap bulan, sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
Rincian Gaji Pokok Lulusan STAN
Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil, berikut adalah rincian gaji pokok berdasarkan golongan:
- Golongan IIc (Lulusan D3): Rp2.485.900 – Rp3.958.200.
- Golongan IIIa (Lulusan D4): Rp2.785.700 – Rp4.575.200.
Gaji pokok ini bersifat tetap dan dapat meningkat seiring dengan masa kerja dan kenaikan pangkat.
Tunjangan Kinerja yang Menggiurkan
Baca Juga: Nasib Warga Indonesia: Gaji Kecil Tapi Pajak Lebih Besar dari Negara Tetangga
Selain gaji pokok, lulusan STAN yang bekerja sebagai PNS juga menerima tunjangan kinerja (tukin). Besaran tunjangan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 156 Tahun 2014 dan bervariasi berdasarkan jabatan dan kelas kerja:
- Kelas Jabatan 1: Rp2.575.000 per bulan.
- Kelas Jabatan 27 (tertinggi): Rp46.950.000 per bulan.
Kombinasi antara gaji pokok dan tunjangan kinerja membuat pendapatan total lulusan STAN sangat menarik.
Ikatan Dinas dan Prospek Karier
Sebagai sekolah kedinasan, lulusan STAN wajib menjalani ikatan dinas di Kementerian Keuangan atau lembaga pemerintah lain, termasuk kementerian atau pemerintah daerah. Jika tidak mematuhi ikatan dinas, mahasiswa diwajibkan membayar ganti rugi hingga Rp156 juta – Rp208 juta.
Namun, bagi mereka yang menyelesaikan masa ikatan dinas, karier di PNS menawarkan stabilitas, jenjang karier yang jelas, serta peluang untuk terus meningkatkan kompetensi.
Mengapa Memilih STAN?
STAN tidak hanya menawarkan pendidikan gratis, tetapi juga masa depan yang terjamin dengan:
- Penempatan Kerja Langsung: Menjadi CPNS di berbagai lembaga pemerintah.
- Gaji dan Tunjangan Kompetitif: Gaji yang stabil dan tunjangan kinerja besar.
- Peluang Karier Jangka Panjang: Kesempatan untuk terus berkembang di sektor publik.
Dengan berbagai keunggulan ini, STAN tetap menjadi pilihan utama bagi lulusan SMA yang bercita-cita berkarier di pemerintahan. Selain prestise dan peluang karier, gaji serta tunjangan yang menarik menjadi daya tarik besar bagi calon mahasiswa.
Jadi, apakah Anda siap menjadi bagian dari lulusan STAN yang sukses?
Berita Terkait
-
Segini Gaji Marselino Ferdinan yang Selebrasi Ikonik usai Cetak Brace Lawan Arab Saudi
-
Harga MUA Angela Perkasa, 6 Kali Lipat Gaji Pokok Hafiz Akbar?
-
Sudah 5 Tahun Gak Naik-naik, Bawaslu Minta Pemerintah Naikkan Gaji Panwascam hingga 100 Persen
-
Menkeu Resmikan The Gade Creative Lounge di PKN STAN
-
SPMB PKN STAN 2024: Ini Jadwal, Syarat Ketentuan dan Tata Cara Ikut Seleksinya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bagaimana Discovery Commerce TikTok Shop Jadi Senjata Baru Brand Fashion Lokal
-
Dikenal Tangguh, Truk KDMP Harganya Berapa? Intip Spesifikasinya
-
Rupiah Perkasa ke Rp17.933 per Dolar AS, Damai Timur Tengah dan Ekonomi RI Jadi Pendorong
-
BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026
-
Tramadol Obat Apa? Disebut Dedi Mulyadi Jadi Pemicu Naiknya Kriminalitas di Jawa Barat
-
Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan
-
Ditolak Warga, Menteri Lingkungan Hidup: Bangunan Pabrik Sampah PSEL Mirip Mal
-
4 Rekomendasi Moisturizer Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier, Mulai Rp30 Ribuan
-
Penampakan Mobil yang Dipakai Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Saat Ditangkap KPK
-
Ribuan Dolar Singapura Disita KPK dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel Winarko