Suara.com - Profil Kombes Aris Supriyono selaku Kabid Propam Polda Jawa Tengah langsung menjadi sorotan. Hal ini setelah sosoknya mengonfirmasi penyebab penembakan Gamma Ryzkinata oleh Aipda Robig Zaenudin bukan karena tawuran.
Artinya, Kombes Aris membantah keterangan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar yang sempat menyebut motif penembakan karena Gamma melakukan tawuran.
Kombes Aris mengungkap bukti CCTV yang sebelumnya ditemukan oleh pihak keluarga Gamma. Dalam rekaman, terlihat jelas bahwa tidak ada tawuran saat Aipda R menembak mati Gamma. Sebaliknya, kata Aris, Aipda Robig menembak mati Gamma karena merasa dipepet saat naik motor.
“Motif yang dilakukan oleh terduga pelanggar (Aipda Robig) dikarenakan pada saat perjalanan pulang, ada satu kendaraan yang memakan jalannya sehingga terduga pelanggar jadi kena pepet. Akhirnya terduga menunggu tiga orang ini (Gamma dan kedua temannya) putar balik dan terjadilah penembakan,” ujar Kombes Aris dalam Rapat Dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI hari Selasa (3/12/2024).
Mengenai itu, berikut ini adalah rekam jejak dan profil Kombes Aris Supriyono selengkapnya.
Profil Kombes Aris Supriyono
Aris Supriyono lahir pada 23 Juni 1987. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Akademi Kepolisian (Akbid) pada tahun 2000 dengan bidang keahlian reserse.
Sebelum akhirnya menjadi Komisi Besar Polisi (Kombes) Polda Jawa Tengah, Aris sempat mengampu jabatan sebagai Kasubdit III Ditreskrimum di Polda Metro Jaya.
Setelah itu, Aris dipercaya memegang amanah sebagai Kapolres Brebes Polda Jawa Tengah pada 2018 hingga 2020. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Kapolres Jember Polda Jawa Timur pada 2020.
Baca Juga: Beda Motif Aipda Robig Tembak Gamma Versi Kabid Propam vs Kapolrestabes Semarang
Kombes Aris selanjutnya ditunjuk menjadi Wadirresnarkoba Polda Metro Jawa Timur mulai 2020 hingga 2022.
Usai berkeliling di Jawa Timur, Kombes Aris dialihtugaskan ke Lampung. Di sana ia menjadi Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung.
Puas di Lampung, Kombes Aris singgah ke Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menjadi Kapolresta Sleman. Barulah pada tahun 2023, Kombes Aris dilantik menjadi Kabid Propam Polda Jawa Tengah.
Saat ini, sosok Kombes Pol Aris Supriyono ramai diperbincangkan usai mematahkan kesaksian yang disampaikan oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.
Sebelumnya, Kombes Irwan Anwar menyampaikan bahwa tembakan tersebut merupakan upaya Aipda Robig melerai tawuran. Akan tetapi, bukti CCTV dan pernyataan warga sekitar menunjukkan bahwa tidak ada tawuran di area tersebut.
Atas kejadian tersebut, terduga pelanggar (Aipda Robig) akan dijatuhi hukuman Perkap nomor 1 tahun 2009 tentang penggunaan senjata api, serta pasal 13 ayat 1 PPRI nomor 1 tahun 2003 dan perpil nomor 7 tahun 2002 tentang kode etik kepolisian. Sampai saat ini, pemeriksan terhadap Aipda Robig masih berlangsung.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Beda Motif Aipda Robig Tembak Gamma Versi Kabid Propam vs Kapolrestabes Semarang
-
5 Fakta CCTV Gamma Ditembak Aipda Robig di Semarang, Bukti Tak Ada Tawuran?
-
Kasus Aipda Robig Tembak Siswa SMK, Sudirta PDIP ke Kapolrestabes Semarang: Jangan Pasang Badan Lindungi Anak Buah!
-
Aipda Robig Tembak Mati Gama, Kronologi Versi Kapolres dan Propam Berbeda di RDP dengan Komisi III DPR
-
Aipda R Tebukti Melanggar, Kabid Propam Polda Jateng: Penembakan Gamma Siswa SMK Bukan karena Tawuran
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana