Meski demikian, kala itu para seniman tobong belum banyak dikenal, sehingga masih sering dipandang sebelah mata oleh sebagian besar masyarakat. Karier Yati kemudian berkembang di era tahun 1964 yang ditandai ia bergabung dengan Wayang Orang Jati Mulya yang berasal dari Kebumen. Sejak saat itu, kehidupan Yati Pesek seketika berubah.
Karier Yati Pesek semakin melejit usai dia bergabunh ke sejumlah kelompok wayang hingga ketoprak. Seperti saja Wayang Orang Ajudan Jenderal Komando Resort Militer (Ajen Rem) 081 Madiun (1968), Ketoprak Mudha Rahayu, sampai Ketoprak Siswa Budaya.
Puncaknya, di tahun 1980 Yati Pesek untuk pertama kalinya tampil di salah satu acara stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI). Acara itu bertajuk Sandiwara Jenaka KR. Momen ini lantas jadi titik balik karier Yati Pesek, sebab semenjak itu namanya banyak dikenal luas olej masyarakat Indonesia.
Tak ingin berhenti sebagai seniman, Yati Pesek turut mengembangkan kariernya di bidang akting. Debut film perdananya yaitu Serangan Fajar yang dirilis pada tahun 1982 lalu. Sejak filmnya rilis, Yati Pesek kemudian juga dikenal sebagai salah satu artis yang kerap membintangi berbagai film hingga sinetron Indonesia.
Demikian Profil dan karier Yati Pesek. Namanya sedang hangat dibicarakan usai video saat Yati dihina Gus Miftah viral di media sosial.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi