Maka sudah turun temurun anak laki-laki sebagai putra raja sampai hari ini biasa panggilan sapaannya dengan Gusti atau Den Bagus, Raden Bagus.
Maka putra-putra raja diberi gelar bangsawan dengan “Gusti Pangeran Haryo” atau gelarnya GPH, atau sapaannya sehari-harinya dengan Gusti atau Gus atau Den Bagus.
Para ulama kerajaan atau Kiai dalem Kraton lalu membawa panggilan Gusti atau Den Bagus ke luar keraton. Mereka menggunakannya untuk menyapa anak laki-lakinya.
Seiring berjalannya waktu ratusan waktu kemudian, sebutan Den Bagus digunakan oleh golongan priyayi Jawa di luar kraton seperti golongan ulama Kiai dan golongan saudagar untuk memanggil anak laki-laki mereka dengan menghilangkan kata “Raden” atau “Den”, sehingga tinggal “Bagus” atau Gus saja.
Ketika masa setelah kemerdekaan, sapaan Gus resmi digunakan untuk menyebut seorang Putra Pemimpin Pesantren. Panggilan Gus ini kemudian perlahan menjadi gelar bagi anak-anak kiai terutama di kultur NU.
Zamakhsyari Dhofier, seorang peneliti, mengatakan, panggilan gus ditujukan untuk putra atau menantu lelaki kiai. Panggilan gus merupakan kependekan dari kata agus yang berasal dari kata bagus.
Gus diharapkan menjadi penerus kiai, maka ia diperlakukan khusus. Salah satu perlakuan khusus adalah dengan memberi gelar sapaan khusus, yaitu Gus.
Menurut Sastrawan Jawa, Poerwadarminta, kata bagus diartikan sebagai sesebutane bocah (wong) lanang sing rada duwur pangkate atau sebutan bagi anak (orang) lelaki yang memiliki kedudukan tinggi.
Panggilan ini sering digunakan untuk memanggil anak bangsawan di Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa ada penghormatan khusus bagi putra kiai di pesantren.
Baca Juga: Gus Miftah Mundur, Prabowo Segera Cari Pengganti Utusan Khusus Presiden
Berita Terkait
-
Gus Miftah Mundur, Prabowo Segera Cari Pengganti Utusan Khusus Presiden
-
Soal Sertifikasi Juru Dakwah Buntut Kasus Miftah, Prabowo Masih Tunggu Pendapat Majelis Ulama
-
Gus Miftah Juga Pernah Samakan Yati Pesek dengan Hewan, Langsung Balik Kena Tegur: Kamu Itu Guru
-
Presiden Prabowo Buka Suara soal Gus Miftah Mundur dari Jabatan: Ini Tindakan Bertanggung Jawab!
-
Begini Potret saat Gus Miftah Mengundurkan Diri dari Utusan Khusus Presiden
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
-
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah
-
Membangkitkan Raksasa yang Tertidur: Misi Besar Lampung Kembalikan Kejayaan Udang Dipasena
-
Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
-
Gandeng Hengky Kurniawan, Run Like a Pro di Bandung Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda
-
Kulineran Seru di Oemah Boto Dapat Cashback hingga Rp500 Ribu dari BRI
-
Promo BRI, Beli Buku di Gramedia Ini Dapat Diskon 20 Persen!
-
OJK Kebut Merger BPR, 200 Lebih Bank Masih Antre Konsolidasi
-
Timnas Argentina Didesak Dilarang Main di Piala Dunia, Sang Presiden Murka
-
Setelah Eksfoliasi Pakai Apa? Inilah Urutan Skincare yang Tepat Agar Bebas Iritasi