Suara.com - Tahukah Anda jika bulan Desember menjadi waktu untuk merayakan Hari Gunung Internasional? Peringatan ini sendiri jatuh setiap tanggal 11 Desember, dan pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran gunung bagi kehidupan. Tapi bagaimana sejarah Hari Gunung internasional ini terjadi?
Karena skalanya internasional, maka peringatan ini awalnya diinisiasi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peringatannya setiap tahun kemudian diselenggarakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau FAO.
Sejarah Singkat Hari Gunung Internasional
Dilansir dari rilisan PBB, inisiasi peringatan Hari Gunung Nasional sejatinya dimulai pada tahun 1992 lalu. Di masa itu, PBB tengah mengikuti agenda tentang lingkungan dan pembangunan di dunia. PBB Melihat perhatian masyarakat terhadap gunung dan ekosistemnya mengalami peningkatan.
Namun demikian penetapan Hari Gunung Internasional sendiri baru terjadi lebih dari satu dekade berikutnya, tepatnya pada tanggal 11 Desember 2003. Penetapan in disahkan oleh Majelis Umum PBB, dan menjadi perayaan pertama Hari Gunung Internasional.
Di tahun sebelumnya, 2002, PBB Mengeluarkan pernyataan bahwa tahun tersebut adalah tahun pegunungan internasional.
Tema Hari Gunung Internasional 2024
Untuk tahun 2024 sendiri, tema peringatan Hari Gunung Internasional adalah ‘Mountain solution for a sustainable future - innovation, adaptation, and youth.’. Tema ini menjadi rekomendasi yang diberikan oleh FAO selaku lembaga tertinggi yang mengelola peringatan hari penting ini.
Namun demikian bukan berarti negara, komunitas, atau organisasi harus mengikuti secara penuh terkait tema yang diberikan. Semua bebas merayakan Hari Gunung Internasional dengan tema yang dinilai relevan, selama memiliki semangat dan nilai yang sama dalam rangka perayaannya.
Baca Juga: Tiba-tiba Muncul di Puncak Gunung Merapi, Apa Itu Awan Lentikular?
Secara umum, tema dari FAO sendiri mengandung tiga nilai berikut:
- Inovasi, ditekankan untuk mendorong inovasi dari masyarakat guna mengatasi masalah terkait gunung yang kompleks dengan melibatkan teknologi
- Adaptasi, penyesuaian terhadap tekanan perubahan iklim wajib dilakukan sehingga ekosistem gunung dapat terjaga kualitasnya. Strategi adaptasi yang ada mencakup pendekatan berbasis ekosistem untuk pengurangan risiko bencana dan integrasi sistem pengetahuan lokal
- Partisipasi kaum muda, dengan semangat dan tenaga yang masih tinggi diharapkan kaum muda turut memberikan kontribusi atas perjuangan melestarikan gunung dan menjaganya tetap dalam kondisi asri
Itu tadi sekilas tentang penjelasan sejarah Hari Gunung Internasional yang akan tiba dalam waktu dekat ini. Semoga menjadi artikel yang berguna untuk Anda, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya semoga semua agenda yang Anda rencanakan berjalan dengan lancar!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar