Suara.com - Seorang remaja yang mengaku santri Pondok Pesantren Ora Aji buka suara soal kebiasaan Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah. Santri tersebut menanggapi pengasuh pondok pesantrennya, Gus Miftah, yang viral terkait kontoversi mengolok penjual es teh.
Pada video yang diunggah akun Instagram mesos_rame, santri tersebut menyatakan Gus Miftah memang memiliki karakteristik yang sarkas dalam berdakwah.
"Halo aku santri Ora Aji, aku izin menanggapi tentang pengasuh kita Abah Miftah tentang penjual es teh yang dikatain goblok," ujar sang santri, dilansir pada Selasa (10/12/2024).
"Kita tahu sendiri Abah Miftah cara beliau ceramah kan sarkas ya agak kasar kata-katanya," imbuhnya.
Santri tersebut juga menyatakan Gus Miftah sering memborong jualan pedagang kecil. Menurut sang santri, Gus Miftah sering kali membeli dagangan para penjual yang datang ke area pesantren.
"Setelah acara rutinan Ahad Pahing, itu sering banget tukang-tukang es ngumpul di depan ndalem untuk diborong dagangannya sama beliau. Yang viral itu kan dipotong dan diedit," kata santri perempuan itu.
Satri Ora Aji tersebut meminta agar publik melihat lebih luas video Gus Miftah dan melihat sisi baiknya.
"Buat kalian yang belum tahu coba lihat sisi beliau yang baik tapi karakter beliau ceramah memang seperti itu. Buat abah tetap semangat aba kita sayang abah," tandasnya.
Pernyataan sang santri sontak mengundang berbagai respons dari netizen. Tak sedikit netizen malah salah fokus dengan kuku sang santri.
Baca Juga: Siapa Saja yang Tawari Sunhaji Umrah Gratis? Penjual Es Teh Viral Pilih Diberangkatkan Gus Miftah
"Ngaji yang bener deek soal kebersihan aja kamu gak di ajarin kah? itu kukunya," komentar warganet.
"Anak pondok paham agama. Nggak mugkin panjangin kuku," tulis warganet di kolom komentar.
"Salah satu cara setan masuk ke dalam diri manusia adalah lewat kuku yang panjang," timpal lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur