Suara.com - Nama Dedy Mandarsyah ikut jadi sorotan setelah video penganiayaan dokter koas di Palembang jadi viral di media sosial. Dalam video viral, seorang dokter koas dianiaya oleh pihak orang tua junior mahasiswa sesama dokter.
Korban yang masih memakai seragam koas itu dipukuli oleh pria berbaju merah. Diduga motif penganiayaan itu karena pembagian jadwal koas di hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Adapun Dedy Mandarsyah adalah ayah dari mahasiswa sesama dokter koas yang jadi penyebab terjadinya penganiayaan. Sosok junior mahasiswa tersebut adalah Lady Aurellia Pramesti. Sedangkan pria berbaju merah yang jadi terduga pelaku penganiayaan adalah karyawan Dedy.
Gara-gara itulah Dedy Mandarsha jadi sorotan, termasuk harta kekayaan dan isi garasinya mengingat karena sosoknya adalah pejabat. Berapa harta kekayaan Dedy Mandarsyah dan apa saja isi garasinya? Simak penjelasan berikut ini.
Isi Garasi Dedy Mandarsyah
Dedy Mandarsyah adalah pejabat pemerintahan yang kini menjabat sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat. Sebagai informasi, BPJN adalah salah satu balai di bawah naungan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) .
Dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2023, harta kekayaan Dedy per 14 Maret 2024 tercatat sebesar Rp9.426.451.869 (Rp9,42 miliar). Dalam LHKPN itu, terungkap isi garasi Dedy yakni satu unit mobil Honda CRV 2019 senilai Rp450 juta dengan status hasil hadiah.
Selain itu, Dedy memiliki 3 unit tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan total Rp750 juta. Dedy juga punya harta bergerak sebesar Rp830 juta dan surat berharga dengan nilai Rp670 juta. Harta kekayaan Dedy lainnya adalah kas dan setara kas sebesar Rp6,72 miliar yang jadi aset paling besar nilainya.
Sosok Dedy Mandarsyah
Dedy Mandarsyah sekarang menjabat sebagai Kepala BPJN Kalimantan Barat, sebuah posisi strategis di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Dia baru menjabat posisi tersebut sejak Oktober 2024. Jejak karier Dedy pun cukup mentereng karena punya pengalaman panjang di berbagai posisi penting di kementerian.
Sebelum menjabat di Kalimantan Barat, Dedy pernah jadi Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Riau dari tahun 2016 hingga 2019. Selanjutnya, dia menduduki posisi serupa di Sumatera Selatan di tahun 2019. Karier Dedy pun berlanjut sebagai Pejabat Pembuat Komite (PPK) hingga Desember 2022 sebelum dipindahkan ke BPJN Kalimantan Barat.
Baca Juga: Apa Bedanya Koas dan PPDS? Ramai Dibicarakan Buntut Viral Dokter Muda Dihajar di Palembang
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Apa Bedanya Koas dan PPDS? Ramai Dibicarakan Buntut Viral Dokter Muda Dihajar di Palembang
-
5 Fakta Keluarga Mahasiswi yang Terlibat Penganiayaan Koas di Palembang: Ayah Pejabat, Ibu Pengusaha
-
Kasus Penganiayaan Dokter Koas, Pengacara Keluarga Lady: Masalah Sangat Sederhana
-
Dokter Muda di Palembang Dianiaya, Apa Bedanya Koas dan Internship?
-
Gaji Dedy Mandarsyah, Pejabat PUPR yang Anaknya Buat Ulah sama Dokter Koas
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi