Silsilah keluarga Fitri Salhuteru. [Instagram @fitri_salhuteru dan @camelliasalhuteru]
Barulah pada tahun 1957, nama Max semakin dikenal publik karena keberaniannya yang mengambil alih perkebunan dari tangan Belanda (nasionalisasi).
Pada tanggal 10 Desember 1957, Max, yang saat itu bertugas sebagai Pengawas Penanaman dan Administrasi di Perkebunan Sinumbra, dipanggil ke kantor Resimen Infanteri X Siliwangi yang berlokasi di Tegallega.
Di situ ia mendapat surat perintah yang ditandatangani oleh Letkol R. Umar Wirahadikusuma untuk mengambil alih pengelolaan perkebunan dari pihak asing.
Alhasil, dengan segala upayanya, ia berhasil menuntaskan tugas tersebut dengan baik. Sehingga, setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai hari perkebunan nasional.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Komentar
Berita Terkait
-
Diduga Fitri Salhuteru Kasih Kode Bakal Lawan Nikita Mirzani, Warganet: Akhirnya Terbawa Permainan
-
Perjalanan Spiritual Fitri Salhuteru, Diisukan Mualafkan Suami hingga Takut Ibadah Umrah
-
Irfan Hakim Syok, Nikita Mirzani Kicep saat Buat Fitri Salhuteru Marah: Mau Dikatain...
-
Tanggapi Perseteruan Nikita Mirzani dan Fitri Salhuteru, Dewi Perssik Dukung Siapa?
-
Pendidikan Laura Meizani Vs Naira Arafah, Lolly Curhat Sering Dibandingkan dengan Putri Fitri Salhuteru
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi