Suara.com - Malnutrisi adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi tubuh yang optimal.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan asupan nutrisi, baik makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) maupun mikronutrien (vitamin dan mineral).
Malnutrisi memiliki dampak serius, bukan hanya terhadap kesehatan individu maupun masyarakat, tapi juga perekonomian, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Disebutkan Herrio Hattu, Country Director Indonesia Nutrition International, dampak ekonomi akibat malanutrisi di Indonesia mencapai Rp 536,8 triliun setiap tahunnya atau setara dengan 2,6 persen dari pendapatan nasional bruto.
Angka tersebut didapatkan dari penghitungan dengan menggunakan Cost of Inaction Tool yang dikembangkan Nutrition International bekerja sama dengan Limestone Analytics.
Alat ini memberikan gambaran aktual tentang dampak kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, dan kerugian ekonomi yang muncul jika masalah seperti stunting, berat badan lahir rendah, dan anemia tidak ditangani dengan tepat.
Untuk melihat seperti apa dampak ekonomi akibat malnutrisi di Indonesia, Herrio membaginya menjadi empat hal yang berhubungan dengan permasalahan yang timbul. Berikut penjelasannya.
1. Dampak Ekonomi Akibat Stunting di Indonesia
Di Indonesia, prevalensi stunting pada anak di bawah usia 5 tahun telah menurun dari 34,6% pada tahun 2012 menjadi 31% pada tahun 2020 (menurut estimasi terbaru per tahun 2023).
Baca Juga: Ketua Kadin Beberkan Dampak Nyata Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Inggris
Setiap tahunnya, terdapat 1.383.549 kasus baru stunting di Indonesia. Total anak-anak di bawah 5 tahun yang mengalami stunting di Indonesia mencapai 6.917.745 anak. Ini menimbulkan dengan biaya ekonomi tahunan senilai 29 miliar USD.
"Rata-rata setiap kasus stunting menyebabkan hilangnya 10,8 poin IQ dan 1,5 tahun masa ajaran sekolah, yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan produktivitas jangka panjang," kata dia saat ditemui di Jakarta baru-baru ini.
2. Dampak Ekonomi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Setiap tahun, terdapat 447.986 kasus baru BBLR di Indonesia. Rata-rata setiap kasus BBLR mengakibatkan kehilangan 10 poin IQ, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas jangka panjang.
"Biaya ekonomi tahunan yang ditimbukkan dari BBLR sendiri mencapai 5 miliar USD per tahun," ujar dia.
3. Dampak Ekonomi Anemia pada Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Mau Cari Inspirasi Bisnis Kuliner? Pameran Makanan dan HoReCa Bakal Hadir Akhir 2026
-
Tak Keluar Rumah, Tetap Berpenghasilan: Cara Ibu Rumah Tangga Jadi Mandiri Finansial
-
Hemat Nonton Konser Padi Reborn 2026, Ada Diskon Tiket hingga Rp 200 Ribu
-
Tips Jitu Berburu Barang Branded Preloved Agar Tidak Nyesel Pulang Belanja
-
Update Cara Cek Desil Bansos Lewat HP 2026, Pantau PKH BPNT Kapan Cair
-
LPDP Vs Beasiswa Unggulan 2026, Mana yang Paling Worth It? Cek Benefit dan Syarat Terbaru!
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen Hilangkan Flek Hitam Usia 45 Tahun ke Atas
-
5 Moisturizer yang Mengandung Panthenol untuk Memperkuat Skin Barrier
-
5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
-
6 Shio yang Diprediksi Mendapat Keberuntungan dan Kemakmuran pada 24 Januari 2026