Suara.com - Rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo di Jalan Kutai, Solo belakangan memang tak pernah sepi. Rumah tersebut sering kali didatangi oleh warga yang ingin bertemu atau sekadar berfoto dengan Jokowi.
Kini kediamannya bak tempat wisata, tetangga Jokowi bahkan sampai buka lapak jualan di area rumahnya.
Soal kunjungan ke rumah Jokowi, paspampres buka-bukaan cara dan jam kedatangan agar bertemu ayah Gibran Rakabuming Raka itu, seperti apa?
Salah satu paspamres, Syarif Muhammad Fitriansyah, menyebut Jokowi mempersilakan warga jika mau bertemu dengan dirinya. Warga bisa langsung datang ke kediamannya tanpa harus ada janji temu.
"Silakan datang aja masyarakat yang mau dipersilakan, emang dari bapak mempersilakan. Yang mau foto yang mau bersalaman monggo dari bapak," ujar Syarif seperti dikutip dari akun TikTok /@ww.tiktok.commasako pada Selasa (21/1/2025).
"Bebas jam berapa pun kalau bapak longgar, beliau ada, biasanya beliau keluar," imbuhnya.
Paspampres lain, Windra Sanur, juga menyebut biasanya rumah Jokowi sudah ramai sejak pagi. Kendati demikian, prajurit TNI AD itu menyebut ada jam-jam tertentu yang disarankan untuk menemui Jokowi.
"Cuma biasanya bapak jam 9 jam setengah 10 (pagi), kalau malam ya jam 8 sampai setengah 9, tapi kalau bisa jangan jam segitu kalau bisa sebelum isya lah, adabnya," kata Windra Sanur.
Syarif dan Windra menyebut Jokowi memang sering kali mendapat tamu dari kalangan masyarakat. Bahkan sempat didatangi rombongan hingga 6 bus.
Baca Juga: Drama Detik-Detik Terakhir! Ma'ruf Amin Bongkar Kisah Terpilih Jadi Cawapres Gantikan Mahfud MD
Soal aturan, orang yang masuk ke area halaman rumah Jokowi harus meletakan barang bawaan. Hanya boleh menenteng ponsel untuk berfoto bersama.
"Kalau masuk yang pasti hanya bawa handphone saja, kalau tas ditaruh di luar terus jangan pakai jaket. Untuk foto maksimal tujuh orang kalau bisa di bawah lima. Kalau udah foto ramai jangan selfie masing-masing. Sama satu lagi HP-nya jangan di-timer," papar Windra.
Kedatangan masyarakat sendiri tidak dibatasi oleh pihak Jokowi.
"Nggak dibatasi sih, rata-rata bisa 200 sampai 350 (tamu). Puncaknya pas libur Natal dan Tahun Baru," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai
-
HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
-
Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam
-
Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi