Suara.com - Meski beberapa dari Anda mungkin merasa baik-baik saja atau bahkan terhibur dengan sound horeg, nyatanya suara ini bisa menimbulkan berbagai dampak buruk, termasuk bagi lingkungan.
Seorang Wildlife Content Creator, Asta Ebrahim, membeberkan sejumlah dampak sound horeg buat lingkungan baik untuk manusia maupun hewan.
Sound horeg yang mencapai 135 desibel ternyata tidak hanya mengganggu manusia, tetapi juga hewan. Alhasil, mereka cenderung menghindari tempat-tempat yang memiliki tingkat kebisingan tinggi, termasuk tempat di mana sound horeg diputar.
"Hewan laut dan mamalia laut kaya paus serta lumba-lumba tuh rentan dengan suara keras," tulis Asta Ebrahim dikutip dari X.
Pernyataan Asta soal hewan laut bisa terdampak sound horeg banyak didebat. Tapi pada kenyataannya, memang ada pawai sound horeg yang diaraknya di laut, ditopang menggunakan perahu.
Untuk hewan darat yang kehidupannya mengandalkan navigasi suara pun tak luput dari dampak sound horeg. Kelelawar misalnya.
"Untuk satwa yang bergantung pada navigasi suara, kaya kelelawar, mereka bisa kehilangan arah karena suara keras. Ga sampe disitu, suara keras juga bisa bikin mereka kecelakaan hingga menyebabkan kematian," lanjut Asta.
Ketika hal tersebut dibiarkan, area yang seharusnya menjadi tempat tinggal hewan bisa kehilangan fungsinya. Selain itu, produktivitas hewan pun mungkin menurun karena tidak menemukan tempat yang nyaman. Contohnya, produksi madu di daerah yang dilalui sound horeg sangat mungkin menurun drastis.
"Produksi madu di daerah yang dilalui sound horeg akan menurun drastis. Suara keras bisa bikin lebah terganggu saat proses penyerbukan," jelas Asta.
Baca Juga: Diduga Jadi Tempat Pesta LGBT Malam Tahun Baru, Polisi Tutup Permanen New La Bungker
Dampak Buat Keselamatan Makhluk Bumi
Dalam sebuah video yang diunggah oleh pemilik TikTok @fadilalfariq57 juga terlihat bahwa suara kencang dari sound horeg bisa membuat tanah longsor. Tentu saja, ini bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan atau diulang.
Contoh lain dari dampak sound horeg buat lingkungan adalah ketika suara yang kencang tersebut mengganggu proses migrasi hewan, termasuk yang berada di laut.
Jika terus dibiarkan, suara kencang dari sound horeg bisa membuat kematian berbagai hewan, terutama yang berada di dalam laut. Getaran yang dihasilkan oleh sound horeg pun bisa merusak terumbu karang dan ekosistem laut lainnya.
Sementara di lingkungan sekitar, sudah banyak video yang menunjukkan bahwa sound horeg bisa memecahkan kaca di rumah warga.
Penggunaan listrik yang pastinya tidak sedikit pada sound horeg juga ikut menyumbang dampak buruk penggunaan fosil sebagai pembuat energi listrik. Fungsi sound horeg yang belum diketahui secara pasti tentu saja membuat penggunaan energi listrik terkesan percuma.
Bagi masyarakat sekitar, sound horeg juga bisa mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan bersama. Suara bising yang terus-menerus tentu bisa mengganggu waktu istirahat, konsentrasi, dan aktivitas harian lainnya.
Mengacu pada Pasal 503 kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pelanggaran ketertiban umum, seseorang yang memutar sound horeg bisa dikenai hukuman berdasarkan perbuatan tidak menyenangkan.
Oleh karena itu, sudah sewajarnya bahwa penggunaan sound horeg dikurangi dan diganti dengan sound alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Nikmati Drama Sebagai Drama Saja, Jangan Seret ke Dunia Nyata
-
Bos PIK2 Aguan Goda Pemilik Lahan Dengan Rp23 Triliun
-
Merangkai Hiburan dan Bisnis: Yudist Ardhana dan Strateginya dalam YouTube Shopping Affiliates
-
Diduga Jadi Tempat Pesta LGBT Malam Tahun Baru, Polisi Tutup Permanen New La Bungker
-
Pesta Tahun Baru 2025: 12 Titik di Jakarta Dijaga Ketat Ribuan Polisi
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pekerja Lepas dan Freelancer Berhak Dapat THR, Begini Cara Hitungnya agar Tak Tertipu
-
Mudik Gratis PLN 2026 Dibuka: Cek Syarat, Jadwal, Rute, dan Lokasi Keberangkatan
-
7 Rekomendasi Sepeda Ringan Berkualitas di Bawah Rp1 Juta, Budget UMR Friendly
-
Cara Hitung THR Karyawan Swasta Masa Kerja Kurang 1 Tahun, Jangan Sampai Dikibuli!
-
Dari Senam Hingga Edukasi Nutrisi: Ini Bukti Gaya Hidup Sehat Sudah Jadi Kebutuhan, Bukan Cuma Tren!
-
Bayar Zakat Fitrah Online, Apakah Sah? Ini Hukum dan Batas Waktunya
-
CPNS 2026 Segera Dibuka? Simak Informasi Resmi dan Proyeksi Formasi Terbaru
-
Lokasi Penukaran Uang Baru BI di Jawa Timur, Solusi Aman untuk THR-an
-
Agar Indonesia Maju dari Kekayaan Biodiversitas, Kepala BPOM: Kolaborasi Riset dan Dunia Usaha
-
Berapa Besaran Zakat Fitrah 2026? Begini Cara Menghitungnya