Suara.com - Hari Valentine dalam bahasa Inggris adalah Valentine's Day dirayakan setiap 14 Februari. Hari ini dikenal sebagai Hari Kasih Sayang, di mana orang-orang mengungkapkan cinta dan perhatian kepada pasangan, keluarga, teman, atau orang terkasih lainnya.
Tradisi perayaan ini melibatkan pemberian hadiah seperti cokelat, bunga, kartu ucapan, dan momen romantis bersama.
Secara historis, Hari Valentine berasal dari tradisi Kristen untuk menghormati Santo Valentinus, seorang martir yang hidup pada abad ke-3. Legenda menyebutkan ia menikahkan pasangan secara rahasia di tengah larangan Kaisar Romawi.
Seiring waktu, perayaan ini berkembang menjadi simbol cinta dan kasih sayang di berbagai budaya dunia.
Lantas seperti apa hukum dalam Islam?
Hukum merayakan Valentine dalam Islam secara umum dianggap haram. Pandangan ini didasarkan pada beberapa alasan yang telah dikeluarkan oleh para ulama dan lembaga keagamaan, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Alasan Pengharaman
1. Bukan Tradisi Islam: Hari Valentine merupakan perayaan yang berasal dari tradisi Kristen, khususnya untuk menghormati Santo Valentinus.
Dalam Islam, merayakan hari yang tidak memiliki dasar dalam ajaran agama dianggap sebagai bid'ah atau inovasi yang tidak diperbolehkan.
Ini sejalan dengan hadis yang menyatakan bahwa "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka" (HR. Abu Dawud).
2. Potensi Pergaulan Bebas: Perayaan Valentine sering kali dihubungkan dengan perilaku yang dapat mendekatkan individu pada pergaulan bebas dan zina, yang sangat dilarang dalam Islam.
Dalam Surah Al-Isra' ayat 32, Allah SWT berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk" (QS. Al-Isra', 32).
3. Dampak Negatif: MUI menegaskan bahwa perayaan ini berpotensi membawa keburukan dan merusak moral generasi muda, terutama di kalangan remaja yang belum menikah.
Kegiatan yang sering dilakukan saat merayakan Valentine, seperti berkumpul berduaan dan bertukar hadiah, dapat menimbulkan situasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Fatwa MUI
Berita Terkait
-
Satu Februari, Empat Makna: Valentine, Imlek, Pra-Paskah, dan Ramadan
-
Plataran Borobudur Rayakan Valentine dengan Workshop Blooms of Love Berlatar Candi Borobudur
-
Wuthering Heights Debut Box Office di Masa Valentine, Raup Rp585,5 Miliar
-
Valentine Tak Cuma soal Cinta, Pedagang Bunga Ikut Panen Rezeki
-
Caviar iPhone 17 Pro Valentine Edition Rilis: iPhone Termahal 2026 Berlapis Berlian
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
4 Shio Paling Pelit, Nomor 1 Terlalu Hemat Uang
-
Promo Skincare di Indomaret: Toner Jadi Rp6 Ribuan, Cuma Berlaku Sampai 13 Mei!
-
Hewan Kurban Pilih Jantan atau Betina? Ketahui yang Paling Utama Menurut Syariat
-
6 Fakta Penting Hantavirus, Virus Menular yang Mewabah di Kapal Pesiar Mewah
-
Sudah Lewat 30 April 2026, Telat Lapor SPT Tahunan Kena Denda Berapa?
-
5 Ciri-Ciri Mesin Cuci Perlu Diganti Bukan Diperbaiki, agar Tidak Rugi Jangka Panjang
-
Komunitas Bermain: Ruang Sederhana di Tengah Kota yang Mengembalikan Masa Kecil Saya
-
Wishlist Menumpuk? Saatnya Checkout Produk Kecantikan hingga Kesehatan di Sini: Diskon hingga 70%!
-
Dari Sejak Dini, Aksi Kecil Anak-Anak Menanam Bibit Tanaman Bisa Jadi Harapan Besar bagi Bumi
-
Anak Alami Dampak Iklim, Bagaimana Gim Interaktif Ini Jadi Solusi Kesenjangan Edukasi?