Suara.com - Anggota DPR RI Soedeson Tandra turut menyoroti ulah Firdaus Oiwobo naik meja sidang yang belakangan menjadi buah bibir. Soedeson menyesalkan tindakan tersebut.
Sebagai sosok yang mengaku memiliki latar belakang sebagai advokat, Soedeson Tandra menyampaikan permintaan maaf dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Ketua Kamar Pidana dan Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung RI pada Rabu (13/2/2025). Soedeson berharap perbuatan tak etis seperti ditunjukkan oleh Firdaus Oiwobo ditindak.
"(Soal) kejadian yang naik di atas meja, mewakili rekan-rekan advokat kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Permintaan kami, agar perkara ini jangan dihentikan, tolong dilaporkan agar ini bisa menutup rasa malu kami," ujarnya dilihat dari TVR Parlemen.
Politikus Golkar tersebut lantas menerangkan jika sebagai advokat setidaknya harus memenuhi tiga hal yakni etika (ethos), ilmu (logos) dan pengelolaan emosi (pathos). Soedeson Tandra pun memberikan sindiran menohok untuk Firdaus Oiwobo.
"Saya enggak tahu yang bersangkutan mohon maaf mungkin kata-kata saya agar kasar. Yang bersangkutan itu mungkin sekolahnya cuma sampai pintu gerbang saja," sindirnya.
Sentil Firdaus Oiwobo, menarik diketahui rekam jejak pendidikan Soedeson Tandra. Intip ulasannya berikut
Selain dikenal sebagai politikus, Soedeson Tandra memiliki pengalaman dalam dunia hukum sebagai advokat. Soedeson konon sudah tiga periode menjadi pengacara dan memiliki spesialisasi di bidang kepailitan.
Sebagai advokat ia memiliki firma hukum yang diberi nama LAW Ofice Tandra & Associates yang berkantor di Jakarta Selatan. Soedeson pun menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPN PERADI periode 2020-2025.
Untuk pendidikan, pria kelahiran Maluku Tenggara 4 Desember 1963 tersebut memiliki riwayat mentereng. Soedeson Tandra menempuh pendidikan SD dan SMP di tanah kelahirannya.
Baca Juga: Razman Arif Nasution Tetap Ngantor Meski Berita Acara Sumpah Advokat Dibekukan
Saat masuk SMA, ia pindah ke Surabaya dan menimba ilmu di SMA Yayasan Perguruan Trisila Surabaya. Setelah lulus, ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Surabaya hingga meraih gelar Sarjana Hukum. Di kampus yang sama, Soedeson pun melanjutkan pendidikan jenjang S2 sampai lulus.
Tak cukup sampai di situ, Soedeson Tandra lantas mengambil program Doktor Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada 2020, ia berhasil merampungkan pendidikan S3-nya tersebut.
Dengan latar pendidikan moncer yang dimiliki, nama lengkap serta gelarnya menjadi Dr. Soedeson Tandra, S.H, M.Hum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Usia 40-an Mulai Muncul Flek Hitam? Ini 4 Rekomendasi Cream Ampuh di Apotek
-
Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya
-
Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film
-
Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional Bersama Pegadaian dan PNM
-
Sambil Pasang CCTV, Pria di Tulang Bawang Kuras Saldo M-Banking Pelanggan
-
BRI Kembangkan Ekosistem Emas Terintegrasi untuk Masa Depan Indonesia
-
Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog
-
PLN Buka 79 Proyek Panas Bumi, Kejar Tambahan Kapasitas 3,1 GW
-
500 Ribu Lebih Investor Buang Saham RANS, Harganya Makin Anjlok