Suara.com - Setiap orang punya cerita. Ada yang disampaikan lewat obrolan ringan, ada yang dituangkan dalam tulisan. Di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), cerita-cerita itu menemukan wadahnya dalam Sudut Pandang UPNVJ, sebuah komunitas yang menghubungkan mahasiswa lewat kisah dan pengalaman mereka.
Komunitas ini lahir dari ketertarikan pendirinya pada dunia menulis. Aria Sopan Hidayat, sang founder, terinspirasi dari komunitas kampus lain yang membagikan kisah mahasiswa mereka.
"Aku cuma kenal paling seprodi atau satu fakultas, jarang sampai di luar fakultas. Aku ingin platform ini bisa mengenalkan banyak orang dari berbagai fakultas," ujar Sopan.
Keinginan itu akhirnya diwujudkan pada 7 Februari 2020. Sudut Pandang UPNVJ hadir sebagai ruang berbagi cerita dan menjembatani mahasiswa dari berbagai latar belakang. Nama “Sudut Pandang” dipilih untuk menggambarkan beragam perspektif mahasiswa di kampus.
"Konten yang aku bagikan nantinya adalah cerita dan sudut pandang orang lain. Aku ingin menghubungkan manusia dengan perspektif yang berbeda," tambahnya.
Fokus komunitas ini adalah penceritaan personal mahasiswa UPNVJ. Melalui kisah-kisah yang dibagikan, mereka berharap bisa menginspirasi lebih banyak orang.
"Setiap orang pasti punya cerita. Dan setiap cerita, sekecil apa pun, punya sisi positif yang bisa berpengaruh buat orang lain," ujar Sopan.
Sebagai komunitas yang berfokus pada cerita, mereka tak lepas dari tantangan. Salah satu yang terbesar adalah menurunnya minat baca. Di era digital, banyak orang lebih memilih menonton video singkat daripada membaca tulisan.
Namun, mereka tak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan agar tetap relevan. Mereka mulai menghadirkan konten dalam format video, serta mengadakan kegiatan internal dan eksternal.
Baca Juga: KKI Bongkar Praktik Diskriminatif Produsen AMDK: Galon BPA Cuma untuk Masyarakat Bawah?
Salah satu program mereka adalah "Meet & Reconnecting", yang mempertemukan alumni tim Sudut Pandang untuk berbagi cerita. Selain itu, mereka rutin mengadakan sesi bonding agar anggota tetap semangat dalam berkarya.
"Kita jaga tim tetap produktif dan termotivasi supaya bisa bikin konten yang lebih berkualitas," kata Sopan.
Tak hanya kegiatan internal, mereka juga membuka ruang bagi publik. Salah satunya "A Tale of Love & Connection", acara bertema Valentine yang menggali makna kasih sayang dan mempertemukan berbagai individu.
"Ini gebrakan baru buat memperluas jangkauan. Karena yang punya cerita bukan cuma mahasiswa UPN, tapi juga orang-orang di luar sana," jelasnya.
Ke depan, mereka ingin lebih banyak orang terbuka untuk berbagi cerita dengan Sudut Pandang. Tak hanya itu, mereka juga berambisi menjangkau lebih luas lewat berbagai kegiatan baru.
"Kami ingin menghubungkan orang-orang untuk berbagi keresahan mereka tentang hidup. Ke depannya, kami juga ingin menghadirkan lebih banyak speakers dan storytellers untuk berbagi sudut pandang," tutupnya.
Penulis: Kayla Riasya Salsabila
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka