Suara.com - Sosok Kiai Supar tengah menjadi sorotan akibat kasus kekerasan seksual terhadap santriwati di Trenggalek, Jawa Timur. Bagaimana tidak, pemilik nama asli Kiai Imam Syafii ini mengaku bisa menggandakan diri.
Pemilik pondok pesantren MH ini membantah tuduhan dirinya memerkosa dan menghamili santriwati. Makin tak masuk akal, ia malah menuduh jelmaan dirinya yang menghamili santriwati tersebut.
Rupanya, Kiai Supar mengklaim dirinya bisa menggandakan diri menjadi beberapa orang, termasuk menggandakan diri menjadi jin.
Lalu, siapa sebenarnya Kiai Supar? Intip profil selengkapnya.
Profil Kiai Supar
Kiai Supar dikenal sebagai pimpinan sebuah pondok pesantren MH. Adapun ponpes miliknya itu berada di daerah Kampak, Trenggalek, Jawa Timur.
Diketahui, Kiai Supar adalah pria kelahiran 1973. Dan dalam usianya yang ke-52 tahun sekarang, ia dijatuhi vonis hukuman 14 tahun penjara akibat kasus kekerasan seksual terhadap santriwati di bawah umur.
Kiai Supar terbukti melakukan pemerkosaan terhadap korban sebanyak 5 kali. Ia melakukan kekerasan seksual dalam periode 2022-2024. Korban pun sampai hamil dan melahirkan anak.
Dalam proses penyelidikan, kepolisian sempat melakukan tes DNA kepada Kiai Supar. Hasilnya, bayi yang dilahirkan korban terbukti adalah anak biologis Kiai Supar.
Baca Juga: Ligamen Putus! Bupati Trenggalek Pakai Kruk Hadiri Pelantikan Kepala Daerah
Hasil tes DNA itu langsung mengantar Kiai Supar mendapatkan hukuman maksimal dari Pengadilan Negeri Trenggalek. Salah satu alasan hukumannya berat karena Kiai Supar tidak meminta maaf dan mengakui perbuatannya, tetapi malah mengaku bisa menggandakan diri.
Selain PN Trenggalek, Kementerian Agama (Kemenag) juga memberikan tindakan tegas. Kemenag langsung mencabut izin ponpes milik Kiai Supar.
Kiai Supar sendiri melancarkan aksi bejatnya di lingkungan pesantren. Tempat kejadian perkara kasus pemerkosaan ini terjadi di ruang kelas dan kamar khusus dekat imaman masjid.
Tag
Berita Terkait
-
Ligamen Putus! Bupati Trenggalek Pakai Kruk Hadiri Pelantikan Kepala Daerah
-
Angelina Sondakh Blusukan ke Pegunungan, Temui Calon Santri Spesial di Ponpes yang Eksotis
-
Wakil Ketua DPR Bicara Tiga Fungsi Pesantren dan Sampaikan Terima Kasih Negara
-
5 Santri Jadi Korban Nafsu Bejat Pimpinan dan Guru Ponpes di Jaktim, Iming-iming Uang dan Liburan ke Ancol
-
Mulai Aktif Dakwah Lagi, Gus Miftah Merasa Ksatria Sejati: Menyerang Tanpa Bawa Pasukan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN