Suara.com - Tanggapan Ahmad Dhani soal pemain naturalisasi membuatnya ramai dikritik. Pasalnya suami Mulan Jameela itu sempat meminta pemain naturalisasi untuk dinikahkan dengan wanita Indonesia.
Hal ini membuatnya dibanjiri kritikan, sebab pendapat Dhani dinilai tidak sepadan dengan besarnya gaji dan tunjangan yang berhak diterima olehnya sebagai wakil rakyat.
Namun sejatinya bukan hanya Dhani yang pernah mengomentari soal pemain naturalisasi. Rekan satu komisinya, Once Mekel, juga pernah merespons perkara naturalisasi pemain Timnas.
Seperti apa perbedaan tanggapan keduanya?
Once Mekel Apresiasi Naturalisasi Pemain
Dalam Raker Komisi X DPR RI dengan Menpora Dito Ariotedjo, Once mengapresiasi langkah PSSI melakukan naturalisasi pemain.
"Adanya proses naturalisasi pemain ini bisa meningkatkan prestasi daripada pemain Timnas kita, baik tim putra maupun tim putrinya," kata Once, dilihat pada Kamis (6/3/2025).
Mantan vokalis band Dewa 19 itu berharap kedatangan para pemain naturalisasi tak sekadar untuk menambah peluang menang Timnas Indonesia.
"Harapan kami bahwa mereka tidak hanya menambah kemampuan teknis daripada tim nasional kita, namun juga mereka bisa merasakan suasana, termasuk kebiasaan, kebudayaan, kemudian juga bahasa," ujar Once.
"Kami juga mengerti mereka keturunan-keturunan dari Indonesia, dan dengan kebiasaan-kebiasaan dari negara asalnya, tapi harapan kami mereka bisa juga bener-bener menjadi Indonesia sebagaimana banyak harapan dari masyarakat kita," lanjutnya.
Once sendiri diketahui menjadi wakil rakyat dari Dapil DKI Jakarta II. Politisi PDI Perjuangan ini diriwayatkan sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1989-1996).
Ahmad Dhani Minta Pemain Naturalisasi Dinikahkan dengan Orang Indonesia
Dhani mengakui bahwa saran yang akan disampaikannya cukup out of the box. Di hadapan Erick Thohir, Dhani awalnya meminta PSSI untuk menaturalisasi pemain dari ras yang lebih mirip masyarakat Indonesia seerti dari Asia maupun Afrika.
Lalu yang kedua, Dhani menyarankan agar pemain sepak bola berbakat yang sudah senior juga dinaturalisasi dan dinikahkan dengan wanita Indonesia. Keturunan yang dihasilkan kelak yang diharapkan bisa memperkuat Timnas Indonesia.
"Lalu naturalisasi tidak harus pemain, bisa juga misalnya pemain-pemain bola di atas usia 40 itu bisa juga kita naturalisasi, lalu kita jodohkan dengan perempuan Indonesia. Nah anaknya itu yang kita harapkan jadi pemain yang bagus juga," tutur Dhani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
5 Moisturizer Wardah dengan Tekstur Gel yang Ringan dan Cepat Meresap
-
5 Liptint untuk Anak Sekolah yang Warnanya Natural dan Nyaman Dipakai
-
5 Moisturizer Lokal Alternatif La Mer The Moisturizing Soft Cream untuk Atasi Tanda Penuaan
-
6 Rekomendasi Bedak Tabur Tahan Lama Meski Tanpa Foundation, Wajah Bebas Kilap
-
Achmad Syahri Assidiqi Lulusan Mana? Politisi Gerindra Asyik Merokok dan Main Gim saat Rapat
-
Moisturizer Viva Cocok untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Harganya
-
Umur dan Pendidikan Adela Kanasya, Anak Adies Kadir Dilantik Gantikan Ayahnya di DPR
-
Peneliti Ingatkan Target Konservasi Global 30x30 Perlu Utamakan Hak Masyarakat Lokal
-
OIC Youth Capital Konya 2026 Resmi Dibuka, Astrid Nadya Rizqita Wakili Indonesia
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Kampus Apa? Dapat Beasiswa, Bisa Kuliah dari Penjara