Suara.com - Harjanto Salim, CEO PT Marimas Putera Kencana, baru-baru ini menarik perhatian netizen dengan tantangan unik di TikTok. Ia mencari kaos promosi Marimas yang pertama kali dibagikan pada tahun 1995.
Harjanto menceritakan bahwa saat Marimas pertama kali diluncurkan, ia membagikan 10 ribu kaos promosi kepada berbagai orang, mulai dari pelanggan, pekerja, hingga pedagang pasar.
Kaos tersebut kata Harjanto berwarna putih dengan lingkaran hijau di leher dan lengan, serta memiliki tulisan khusus yang hanya ia ketahui.
"Nah hari ini, tahun ini kan 30 tahun Marimas, saya tuh pengen dapet t-shirt yang tahun 1995 saya bagikan," ungkap di akun TikTok resmi miliknya seperti Suara.com kutip pada Minggu (16/3/2025).
Harjanto mengaku bahwa kaos tersebut memiliki makna sentimental baginya dan siap memberikan hadiah uang tunai bernilai fantastis.
Awalnya, ia menawarkan hadiah Rp10 juta, tetapi kemudian menaikkannya menjadi Rp30 juta karena semakin banyak netizen yang tertarik dengan tantangan ini.
"Siapapun yang bisa menyerahkan kaos promosi Marimas tahun 1995 tersebut karena sangat romantis buat saya akan saya kasih hadiah ya, yang bisa menyerahkan saya kasih hadiah," ucap dia.
Postingan TikTok ini langsung viral dan memicu berbagai reaksi netizen. Beberapa netizen antusias mencari di lemari lama milik keluarga mereka, sementara yang lain bercanda bahwa menyimpan kaos selama 30 tahun adalah hal yang mustahil.
"Saya cari di lemari bapak saya pak..!! karna bapak saya penjual di pasar," kata @zid****.
"Tahun 95 mana mungkin nyimpen baju marimas, baju lebaran aja kadang udah ilang kalo udah lama," tambah @bang****.
"Wkwkwkw kaos 30 tahun yg lalu kok dicariin, Bapak sdh tua tapi lucu.... mantul pa e," ungkap @bang****.
"Lhawong sya dpt kaos partai kemarin aja udah ilang.. apalagi ini udah 30th," ucap @arb****.
Siapa Harjanto Salim?
Harjanto Halim lahir di Semarang, Jawa Tengah. Namanya dikenal sebagai pengusaha dan filantropis keturunan Tionghoa. Halim adalah CEO dari PT Marimas Putera Kencana yang bergerak di bidang produksi makanan dan minuman, di antaranya Marimas.
Mecintai budaya lokal dan mengembangkannya menjadi daya tarik wisata merupakan keinginan terbesarnya. Perusahaan yang dipimpinnya pun dimulai dari skala UKM dan saat ini telah berkembang menjadi perusahaan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
-
Riwayat Pendidikan Prabowo Subianto yang Bilang Orang Desa Tak Pakai Dolar
-
Tidak Lagi Ingin Awet Muda, Tren Kecantikan Beralih Jadi Menua dengan Sehat
-
5 Daftar Saham Haji Isam Paling Cuan, Baru Saja Borong Saham PACK Rp936 Miliar
-
Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
-
Borong Saham PACK Rp936 Miliar, Haji Isam Orang Terkaya ke Berapa?
-
5 Jam Tangan Casio Wanita Termurah untuk Pekerja Kantoran, Mulai Rp100 Ribuan
-
Toner Apa yang Bisa Hempas Flek Hitam Usia 40-an? Ini 5 Produk untuk Mencerahkan Wajah
-
7 Cara Menghilangkan Noda Kuning Bekas Parfum di Baju, Ikuti Tips Ini agar Pakaian Jadi Bersih
-
Provinsi Jawa Barat Diisukan Mau Ganti Nama, Apa Arti Tatar Sunda?