Larangan Drone: Bukan untuk Menutupi Ladang Ganja
Salah satu isu yang paling ramai dibicarakan adalah larangan penggunaan drone di kawasan Gunung Bromo dan Semeru.
Banyak netizen berspekulasi bahwa aturan ini diberlakukan untuk menghalangi siapa pun yang ingin mengungkap keberadaan ladang ganja dari udara.
Menanggapi hal ini, BBTN Bromo Tengger Semeru menjelaskan bahwa larangan penerbangan drone di kawasan Gunung Semeru sudah diterapkan sejak tahun 2019.
Larangan ini dibuat untuk alasan keselamatan pengunjung serta untuk menghormati kearifan lokal masyarakat Suku Tengger, yang menganggap beberapa area sebagai tempat sakral.
"Pelarangan penggunaan drone ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan juga pengaturan pelarangan lokasi pengambilan drone dilakukan pada tempat-tempat sakral bagi masyarakat Suku Tengger," kata dia.
Selain itu, aturan pemungutan biaya izin drone juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024, yang diterapkan sejak Oktober 2024. Aturan ini tidak hanya berlaku di Bromo dan Semeru, tetapi di seluruh kawasan konservasi di Indonesia.
Kewajiban Pemandu Pendakian Semeru: Bukan untuk Mengontrol Akses
Kebijakan lain yang menjadi perbincangan adalah kewajiban menyewa pemandu bagi para pendaki Gunung Semeru. Beberapa netizen menduga aturan ini dibuat agar pendaki tidak tersesat ke ladang ganja.
Namun, BBTN Bromo Tengger Semeru menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pendaki serta memberdayakan masyarakat lokal.
Pemandu tidak hanya membantu navigasi, tetapi juga memberikan edukasi mengenai ekosistem dan budaya di kawasan taman nasional.
Penutupan Pendakian Semeru: Rutinitas Tahunan
Netizen semakin curiga setelah muncul pengumuman bahwa pendakian Gunung Semeru akan ditutup sementara. Beberapa orang menduga bahwa penutupan ini adalah strategi untuk "mengamankan" ladang ganja yang baru ditemukan.
Namun, BBTN Bromo Tengger Semeru menegaskan bahwa penutupan pendakian Gunung Semeru adalah kebijakan yang rutin dilakukan setiap tahun, biasanya antara Januari hingga Maret.
Alasan utama dari penutupan ini adalah faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi di periode tersebut membuat jalur pendakian menjadi lebih berbahaya, sehingga demi keselamatan pendaki, jalur harus ditutup sementara.
"Biasanya penutupan ini dilakukan dari mulai bulan Januari hingga Maret. Dan ini juga berlaku di lokasi pendakian-pendakian gunung yang berada di kawasan konservasi lainnya," pungkasnya.
BBTN Bromo Tengger Semeru menegaskan bahwa kebijakan yang mereka terapkan di TNBTS memiliki dasar yang jelas dan tidak berkaitan dengan skandal ladang ganja.
Penutupan pendakian, larangan penggunaan drone, serta kewajiban menyewa pemandu semuanya bertujuan untuk menjaga keselamatan, kelestarian alam, dan menghormati budaya lokal.
Sementara itu, kasus ladang ganja sepenuhnya berada dalam proses hukum, dan lokasi penemuan jauh dari area wisata.
Berita Terkait
-
Viral 59 Titik Ladang Ganja di Gunung Bromo, Netizen Kaitkan dengan Larangan Penerbangan Drone
-
Lagi Jadi Omongan, Segini Tarif Terbangkan Drone di Kawasan Gunung Bromo
-
Jaringan Narkoba Sumatera-Jawa Dibongkar! Polda Metro Sita 34 Kg Ganja di Jakarta
-
Usai Disindir Nicky Tirta, Tasyi Athasyia Klaim Tak Menjatuhkan UMKM Demi Keuntungan Pribadi
-
Rocky Gerung Samakan 'Bayar Bayar Bayar' dengan 'Hidup Jokowi': Penyanyi Klarifikasi, Presiden Gimana?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run
-
Gempa Flores, Ratusan Paket Bantuan Darurat Disalurkan ke Lima Titik Pengungsian
-
Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau
-
Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus
-
Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!