Meski teori meteorit menjadi yang paling kuat, beberapa ilmuwan masih meragukan hipotesis ini. Mereka menyoroti bahwa meteorit umumnya tidak dapat mengapung, sulit pecah menjadi fragmen kecil, dan tidak mudah mengalami erosi.
Meski demikian, para ahli sepakat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal-usul Hajar Aswad secara lebih akurat.
Hajar Aswad konon berasal dari surga dan pertama kali dibawa oleh Nabi Ismail AS atas perintah Nabi Ibrahim AS saat membangun Kakbah.
Awalnya, Hajar Aswad berwarna putih bersih dan bercahaya. Namun, seiring waktu, batu ini berubah menjadi hitam karena dosa manusia. Keistimewaannya menjadikan batu ini sangat dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia.
Dalam kitab Qishas Al-Anbiya, disebutkan bahwa Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun Kakbah sebagai tempat ibadah bagi umat Islam, sebagaimana tertulis dalam Surah Ali Imran ayat 96-97.
Saat pembangunan hampir selesai, Nabi Ibrahim mendapati ada satu ruang kosong yang perlu diisi dengan sesuatu yang istimewa.
Nabi Ibrahim kemudian meminta putranya, Nabi Ismail, untuk mencari batu terbaik guna melengkapi bangunan suci tersebut. Dalam pencariannya, Ismail bertemu dengan Malaikat Jibril yang memberinya batu hitam yang diyakini berasal dari surga.
Dengan penuh sukacita, Ismail membawa Hajar Aswad kepada ayahnya. Nabi Ibrahim pun menerima batu tersebut, menciumnya berkali-kali, dan bertanya dari mana batu itu diperoleh.
Ismail menjawab bahwa batu itu diberikan oleh makhluk yang tidak akan menyusahkan keturunan mereka. Hingga kini, mencium Hajar Aswad menjadi tradisi yang dilakukan umat Islam saat melaksanakan tawaf di Kakbah.
Keunikan Hajar Aswad
Diyakini bahwa batu suci ini awalnya berwarna putih dan memiliki sinar yang terang, menyinari Jazirah Arab. Namun, warnanya berubah menjadi hitam karena menyerap dosa-dosa manusia.
Meskipun demikian, Hajar Aswad tetap memiliki aroma khas yang wangi alami sejak awal keberadaannya.
Batu ini ditempatkan di sudut Kakbah agar mudah dijangkau oleh jemaah yang ingin menciumnya.
Nabi Muhammad SAW sendiri selalu mencium Hajar Aswad setiap kali melakukan tawaf, menjadikannya sunnah bagi umat Islam.
Berita Terkait
-
Kepalanya Bocor saat Umrah, Arie Untung: Mungkin Sujudnya Kurang
-
Langkah Keliru Danantara: Akuisisi Hotel di Mekkah Dinilai Berisiko dan Tabrak Mandat Investasi
-
Jadi Buat Kampung Haji, Danantara Beli Hotel di Makkah
-
Mardiono Terbuka Merangkul Kubu Agus Suparmanto: Belum Ada Komunikasi, Belum Lihat Utuh SK Kemenkum
-
Sejarah Lambang Kakbah di Logo PPP, Muncul Wacana Mau Diganti
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
5 Bedak Waterproof yang Tahan Keringat untuk Usia 55 Tahun, Wajah Jadi Lebih Muda
-
Ramalan Keuangan Zodiak 26 Januari 2026: 4 Zodiak Dapat Bonus Besar di Tanggal Tua
-
7 Rekomendasi Sunscreen SPF 50 untuk Usia 55 Tahun Ke Atas
-
5 Sunscreen Lokal untuk Cegah Garis Halus dan Kerutan Usia 45 Tahun
-
Prinsip Kunci Manajemen Risiko Berbasis Volatilitas untuk Perdagangan Forex Efektif
-
Day Cream atau Sunscreen Dulu? Ini Urutan Skincare dan Rekomendasinya
-
5 Sunscreen Non Comedogenic untuk Flek Hitam Usia 45 Tahun ke Atas
-
Ini 7 Bahaya Menghirup Gas Nitrous Oxide Tabung Whip Pink yang Viral
-
12 Ramalan Shio Terbaru 25 Januari 2026 Tentang Keuangan, Cinta, dan Sial
-
Ruang Bermain yang Bisa Bergerak di Tengah Kota