- Eropa dilanda gelombang panas ekstrem dengan suhu di atas 40°C yang dipicu oleh fenomena kubah panas udara.
- Pemerintah Prancis, Inggris, Spanyol, dan Italia mengeluarkan peringatan merah akibat risiko kesehatan serta gangguan infrastruktur yang nyata.
- Kondisi ini merupakan dampak nyata krisis iklim global yang menyebabkan suhu meningkat lebih cepat daripada rata-rata dunia.
Suara.com - Gelombang panas ekstrem membuat sejumlah kota di Eropa mencatat suhu tak biasa.
Bahkan, suhu di Paris dan kota lainnya melampaui 40°C, setara bahkan lebih panas dibandingkan Mekah yang dikenal dengan iklim gurunnya.
Pemerintah di berbagai negara seperti Prancis, Inggris, Spanyol, dan Italia telah mengeluarkan peringatan merah.
Risiko kesehatan, kebakaran hutan, hingga gangguan transportasi menjadi ancaman nyata di tengah suhu ekstrem.
Fenomena ini dipicu oleh heat dome atau kubah panas yang menjebak udara panas di wilayah Eropa Barat.
Selain itu, aliran udara panas dari Afrika Utara serta suhu laut yang lebih hangat turut memperparah kondisi.
Data menunjukkan suhu harian di beberapa wilayah seperti Prancis barat dan Inggris melonjak hingga 12°C di atas rata-rata normal.
Para ilmuwan menilai kondisi ini sebagai bagian dari tren pemanasan global yang semakin cepat.
Eropa disebut sebagai benua yang mengalami pemanasan tercepat di dunia.
Baca Juga: Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
Sejak pertengahan 1990-an, suhu di kawasan ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding rata-rata global.
Kondisi ini diperparah oleh minimnya infrastruktur pendingin.
Hanya sekitar 20% rumah di Eropa yang memiliki pendingin udara, membuat masyarakat lebih rentan terhadap dampak panas ekstrem.
Berbagai langkah darurat pun dilakukan.
Di Prancis, konsumsi alkohol di ruang publik dibatasi, sementara di Madrid zona nonton Piala Dunia dibatalkan saat suhu mencapai 39°C.
Para ahli memperingatkan gelombang panas kini tidak lagi menjadi fenomena langka.
Perubahan iklim membuat suhu ekstrem datang lebih sering, lebih awal, dan berlangsung lebih lama.
Situasi ini menjadi peringatan global bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan.
Dampaknya kini nyata dan langsung dirasakan di berbagai belahan dunia.
Berita Terkait
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Suhu Tembus 43 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Hantui Laga Piala Dunia
-
Bukan Lagi Kejadian Langka: Suhu 41,7C Lumpuhkan Eropa dan Renggut 1.300 Nyawa
-
Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution
-
Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel 'Mewah', Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas