- Kapolda Aceh melarang warga melakukan praktik perjudian selama perhelatan Piala Dunia 2026 karena melanggar hukum dan merugikan masyarakat.
- Polda Aceh mengimbau suporter agar menjaga sportivitas serta menghindari tindakan anarkis, provokasi, dan konvoi liar selama menonton pertandingan.
- Polda Aceh akan melakukan pengawasan ketat selama turnamen berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 demi keamanan.
Suara.com - Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa, namun Kepolisian RI Daerah (Polda) Aceh memberikan peringatan keras bagi para pencinta bola di Serambi Mekkah.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mengimbau warga agar tidak menodai pesta sepak bola terbesar sejagat itu dengan praktik perjudian dalam bentuk apa pun.
Dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu, jenderal bintang dua ini menegaskan bahwa judi adalah tindak pidana serius yang memiliki konsekuensi hukum nyata.
"Perjudian ini berpotensi menimbulkan dampak sosial yang merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Karena itu, kami mengingatkan masyarakat tidak menjadikan Piala Dunia sarana perjudian dalam bentuk apa pun," tegas Marzuki.
Dukung Tim Jagoan dengan Dewasa dan 'Santuy'
Selain soal judi, Kapolda juga menyoroti potensi gesekan antar-suporter.
Mengingat fanatisme masyarakat Aceh terhadap sepak bola yang sangat tinggi, ia meminta agar perbedaan dukungan tidak menjadi pemecah belah.
Ia berharap warga menyikapi euforia kemenangan maupun kekalahan dengan kepala dingin.
"Perbedaan dukungan harus disikapi secara dewasa, santuy, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Jangan karena berbeda dukungan, kemudian saling mengejek, menghina, hingga memprovokasi yang dapat memicu konflik," kata dia.
Baca Juga: Timnas Brasil Bawa Barang 10 Ton di Piala Dunia 2026, Dari Laser Terapi hingga Ambulans
Marzuki juga mengimbau agar para pendukung tidak melakukan selebrasi berlebihan yang bisa mengganggu ketertiban umum, seperti konvoi liar di jalan raya atau menyalakan petasan.
Sebaliknya, bagi mereka yang timnya kalah, ia meminta agar kekecewaan tidak diluapkan dengan tindakan anarkis.
"Kami mengingatkan jangan ada yang merusak fasilitas tempat menonton bersama, warung kopi, kafe, dan lainnya hanya karena kecewa tim yang didukungnya kalah. Tindakan tersebut tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga berimplikasi hukum," kata Marzuki memperingatkan.
Piala Dunia sebagai Perekat Silaturahmi
Bagi Kapolda, Piala Dunia seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, apalagi budaya "nobar" (nonton bareng) di warung kopi sudah menjadi tradisi kental di Aceh.
"Kami memahami sepak bola merupakan olahraga yang diminati masyarakat di Provinsi Aceh. Jadikan ajang Piala Dunia sebagai bentuk kebersamaan serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," tuturnya.
Ia memastikan bahwa Polda Aceh beserta jajaran akan terus melakukan langkah preventif, edukatif, hingga pengawasan ketat selama turnamen berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat dan Kanada.
"Kami mengajak masyarakat tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal Aceh. Tunjukkan bahwa masyarakat Aceh menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Tidak menjadikan kejuaraan tersebut ajang perjudian dan bertindak anarkis," tutupnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Haiti Pesta Gol ke Gawang Selandia Baru, Menang Telak 4-0 Jelang Piala Dunia
-
Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!
-
Timnas Brasil Bawa Barang 10 Ton di Piala Dunia 2026, Dari Laser Terapi hingga Ambulans
-
Bintang Tumbang Jelang Piala Dunia 2026: Daftar Pemain Kunci yang Dihantam Cedera
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026
-
Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT