Suara.com - Es krim bukan sekadar camilan manis yang menyegarkan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya bagi Generasi Z. Dengan karakteristik yang dinamis, kreatif, dan selalu mencari pengalaman baru, Gen Z memiliki pengaruh besar terhadap tren konsumsi es krim saat ini.
Es krim bukan sekadar camilan manis yang menyegarkan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya bagi Generasi Z. Dengan karakteristik yang dinamis, kreatif, dan selalu mencari pengalaman baru, Gen Z memiliki pengaruh besar terhadap tren konsumsi es krim saat ini.
Tingkat konsumsi es krim di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa pada periode 2013-2018, konsumsi es krim di Indonesia mencapai 0,63 liter per orang per tahun.
Angka ini meningkat menjadi 0,7 liter per orang per tahun pada 2019 dan naik lagi menjadi 0,73 liter pada 2020. Meski angka ini masih jauh dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau Jepang, tren konsumsi yang terus meningkat menunjukkan bahwa es krim semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah perubahan pola konsumsi di kalangan anak muda, khususnya Generasi Z. Generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 ini memiliki karakteristik unik dalam memilih produk makanan dan minuman, termasuk es krim.
Gen Z: Penggerak Tren Es Krim di Indonesia
Berdasarkan survei Key Trends in Ice Cream in APAC dari Euromonitor International (Februari 2025), sebanyak 38% konsumen di Asia Pasifik dikategorikan sebagai Experience Seekers. Mereka lebih tertarik mencoba pengalaman baru, seperti rasa es krim dengan cita rasa lokal dan tekstur unik.
Fenomena ini sejalan dengan strategi berbagai merek es krim, yang terus berinovasi menghadirkan produk-produk sesuai dengan tren pasar.
Misalnya, Aice menghadirkan varian es krim berbasis jajanan tradisional, seperti Aice Mochi Klepon, yang menggabungkan nostalgia rasa masa lalu dengan kemasan dan konsep yang modern.
Baca Juga: Tren Kecantikan Tanpa Maskara: Gaya Minimalis yang Dipopulerkan Rose BLACKPINK
Menurut Sylvana Zhong, Senior Brand Manager Aice Group, strategi ini berhasil menarik perhatian konsumen muda. “Kami tidak sekadar menjual es krim, tetapi juga mengarsipkan nostalgia sekaligus mempromosikan kekinian,” ungkapnya.
Media Sosial dan Micro-Influencer sebagai Penggerak Konsumsi
Salah satu alasan mengapa es krim semakin populer di kalangan Gen Z adalah peran media sosial dan konten kreator dalam mempromosikan produk.
Generasi ini lebih percaya pada rekomendasi dari micro-influencer di platform seperti TikTok dan Instagram dibandingkan dengan iklan konvensional. Konten berupa review, unboxing, hingga tantangan mencicipi rasa-rasa unik telah menjadi bagian dari strategi pemasaran yang efektif.
Aice, misalnya, memanfaatkan kampanye berbasis komunitas dan kolaborasi dengan influencer lokal untuk meningkatkan keterikatan mereknya dengan Gen Z.
“Kami melihat bahwa Gen Z bukan hanya pembeli, tetapi juga agen budaya yang memperkenalkan es krim Indonesia ke kancah global,” tambah Sylvana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Daftar Harga Mesin Cuci LG Front Loading 8 Kg Terbaru, Mulai dari Rp4 Jutaan
-
Munif Taufik Dijuluki Justice Collaborator Kasus FH UI, Apa Ancaman Hukumannya?
-
Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur? Cek Ketentuan Resmi Menurut SKB 3 Menteri
-
6 Mesin Cuci 2 Tabung Harga Rp1 Jutaan yang Hemat Listrik, Cocok untuk Rumah Tangga
-
7 Rekomendasi Kacamata Anti Sinar UV 400, Lindungi Mata dari Sengatan Godzilla El Nino
-
4 Ancaman Hukuman Berat Menanti 16 Mahasiswa UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Grup Chat
-
7 Parfum Wanita yang Tercium dari Jarak Jauh, Murah Cuma Rp30 Ribuan
-
Front Loading vs Top Loading, Ini Kelebihan dan Kekurangan Mesin Cuci 1 Tabung
-
Bukan Whistleblower, Munif Taufik Dicap Netizen Justice Collaborator di Kasus FH UI, Apa Bedanya?
-
5 Rekomendasi Primer yang Tahan Lama, Bikin Makeup Menempel Seharian