Suara.com - Menjelang Idul Fitri, umat Muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah. Namun, bagaimana jika seseorang benar-benar tidak punya uang? Hukum tidak membayar zakat fitrah karena tidak punya uang sering menjadi pertanyaan, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian sosial. Tujuannya adalah menyucikan diri dan membantu mereka yang membutuhkan. Namun, Islam juga agama yang penuh kasih. Tidak semua orang diwajibkan membayar zakat, terutama jika hidupnya sendiri masih penuh kesulitan.
Sebagian orang khawatir akan dosa jika tidak membayar zakat fitrah. Padahal, ada ketentuan khusus yang menjelaskan siapa saja yang wajib dan siapa yang tidak. Hukum tidak membayar zakat fitrah karena tidak punya uang sudah diatur dengan jelas dalam syariat Islam.
Jadi, apakah orang miskin tetap wajib membayar zakat fitrah? Jawabannya tergantung pada kondisi ekonomi seseorang. Jika kebutuhan pokoknya sendiri belum tercukupi, maka ia tidak memiliki kewajiban zakat fitrah. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.
Zakat Fitrah dan Kewajibannya
Dikutip dari NU online, zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Kewajiban ini berlaku bagi laki-laki, perempuan, dewasa, hingga anak-anak. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah berupa satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum atas budak dan orang yang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari golongan umat Muslim” (HR. Bukhari).
Namun, bagaimana jika seseorang tidak memiliki cukup harta untuk membayar zakat fitrah? Dalam Islam, kewajiban ini hanya berlaku bagi mereka yang mampu. Orang yang tidak memiliki kelebihan harta tidak diwajibkan membayar zakat fitrah.
Ketentuan bagi Orang yang Tidak Mampu
Menurut ajaran Islam, seseorang dikategorikan mampu membayar zakat fitrah jika memiliki harta yang cukup untuk kebutuhan dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya pada malam dan hari raya Idul Fitri. Jika tidak, maka ia tidak wajib menunaikan zakat fitrah.
Pendapat ini dijelaskan dalam kitab Fath al-Wahhab bi Syarh al-Manhaj at-Thullab, yang menyebutkan bahwa zakat fitrah tidak diwajibkan bagi mereka yang hartanya tidak mencukupi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, serta terbebas dari utang.
Baca Juga: Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Saat Masih Punya Utang? Begini Kata Buya Yahya
Jadi, jika seseorang tidak punya uang atau harta yang mencukupi kebutuhan hidupnya pada malam Idul Fitri, maka ia tidak berkewajiban membayar zakat fitrah. Namun, jika memiliki kelebihan harta, maka zakat fitrah tetap wajib ditunaikan.
Hukum tidak membayar zakat fitrah karena tidak punya uang sudah diatur dalam Islam dengan penuh keadilan. Jika seseorang benar-benar tidak memiliki harta yang cukup untuk kebutuhan hidupnya dan keluarganya, maka ia tidak diwajibkan membayar zakat fitrah.
Sebaliknya, jika ada kelebihan rezeki, walaupun sedikit, maka zakat fitrah tetap harus ditunaikan sesuai ketentuan. Dengan memahami hal ini, kita tidak perlu khawatir atau merasa berdosa jika memang berada dalam kondisi sulit. Islam memberikan kemudahan bagi setiap hambanya.
Namun, bagi yang mampu, jangan lupa menunaikan zakat fitrah tepat waktu. Selain sebagai kewajiban, zakat ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, agar semua Muslim bisa merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.
Itulah penjelasan mengenai hukum tidak membayar zakat fitrah karena tidak punya uang yang harus kamu pahami. Pastikan untuk membayarkannya sebelum batas waktu yang ditentukan. Semoga bermanfaat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan