Suara.com - Siapa sangka, membaca buku memiliki banyak manfaat kesehatan yang sangat mengejutkan. Membaca buku setiap hari ternyata bisa memperpanjang umur, memperlambat penurunan kognitif, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, dan masih banyak lagi.
Apa yang kamu baca tidak menjadi masalah. Bisa buku self improvement, misteri, atau serial fiksi ilmiah favorit. Membaca buku juga cukup mudah, karena bisa dilakukan di mana saja.
Menyadur Very Well Health, berikut ini manfaat kesehatan positif dari membaca buku setiap hari.
1. Pembaca berumur panjang
Membaca buku mungkin menjadi kunci untuk hidup lebih lama. Menurut sebuah studi tahun 2016 dari para peneliti di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Yale, membaca buku dapat mengurangi angka kematian hingga 20%.
Meskipun membaca secara umum dapat memperpanjang umur, keuntungan bertahan hidup jauh lebih tinggi bagi pembaca buku daripada mereka yang membaca majalah dan koran.
Membaca fiksi, khususnya, ditemukan paling bermanfaat. Studi ini menemukan bahwa membaca buku fiksi setidaknya 30 menit sehari dapat menambah rata-rata dua tahun dalam hidup pembaca.
Efek tersebut tetap ada, bahkan dengan faktor-faktor yang mengendalikan seperti jenis kelamin, kekayaan, pendidikan, dan masalah kesehatan.
Para peneliti dalam studi tersebut menyarankan pembaca untuk menggunakan imajinasi saat membaca fiksi. Kebiasaan ini dapat membantu menjaga pikiran tetap aktif, sehingga pembaca bisa meraih manfaat kesehatan yang mendukung umur lebih panjang.
Baca Juga: 5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
2. Memperlambat penurunan kognitif seiring bertambahnya usia
Membaca buku dapat melindungi dari penurunan kognitif. Di antaranya berkurangnya kemampuan untuk mengingat, bernalar, belajar, dan memperhatikan.
Pembaca dapat mempertahankan kemampuan kognitif mereka lebih baik seiring bertambahnya usia ketimbang mereka yang tidak membaca. Pembaca mungkin memiliki tingkat kehilangan ingatan yang lebih lambat dan lebih sedikit penurunan dalam keterampilan berpikir.
Membaca bisa membuat pembaca proaktif, di mana hal ini membentuk cadangan kognitif yang bermanfaat akan ketahanan terhadap penurunan kognitif atau kerusakan otak.
Semakin banyak seseorang membaca atau terlibat dalam aktivitas yang merangsang otak, maka semakin banyak cadangan kognitif yang dimiliki. Cadangan tersebut dapat membantu mengimbangi perubahan degeneratif terkait usia atau kerusakan pada otak.
Sebuah penelitian pada tahun 2021 meneliti efek membaca setiap hari terhadap penurunan kognitif, termasuk apakah tingkat pendidikan berperan. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa membaca merupakan faktor perlindungan di kemudian hari.
Berita Terkait
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
-
Hindari Makanan Ini Saat Lebaran Jika Punya Kolesterol Tinggi
-
Bacaan Latin Takbiran Idul Fitri beserta Artinya
-
Persiapan Mudik Bareng Anak: Dokter Sarankan Ini Agar Perjalanan Lancar Tanpa Drama!
-
10 Obat Herbal Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung secara Alami
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung
-
BRI Dukung Kebijakan Dana SAL demi Perkuat Intermediasi Perbankan
-
Transformasi Digital Kampus, BTN & Undip Resmi Luncurkan KTM Co-Branding Bagi 17.000 Mahasiswa Baru
-
Ratusan Ribu USD Disita dari Bandung dan Tangerang Terkait Kasus Suap Pajak Banjarmasin
-
Perbedaan Eye Serum dan Eye Cream, Mana yang Lebih Bagus?
-
SMGR Hidupkan Lagi Semen Kujang, Bidik Kuasai Pasar Jawa Barat
-
Pemerintah Buka Peluang Perpanjang Penempatan Dana SAL, BRI Sambut Positif
-
Polrestabes Bandung Sita 176.970 Butir Obat Keras Ilegal, 68 Tersangka Ditangkap
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
Gugat Praperadilan, Tim Hukum Febrie Adriansyah Soroti Cacat Prosedur dan Dobel Penetapan Tersangka