Setelah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menyatakan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, Praja Mangkunegaran di bawah kepemimpinan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro VIII menyatakan bergabung dengan NKRI pada 1 September 1945, lantas direncanakan memiliki daerah otonomi khusus bersama dengan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Namun meletusnya revolusi sosial di Surakarta pada tahun 1945-1946, telah mengakibatkan Praja Mangkunegaran kehilangan kedaulatannya. Akan tetapi, Mangkunegaran masih tetap menjalankan fungsinya sebagai penjaga budaya hingga saat ini.
Pura Mangkunegaran tetap memiliki pesona. Ia tidak hanya menjadi simbol sejarah, tapi juga ruang hidup bagi budaya Jawa, khususnya di Solo. Tempat ini masih aktif merawat tradisi, sekaligus terbuka untuk publik. Ada beberapa bagian yang bisa dijelajahi oleh pengunjung:
Pamedan
Ini adalah hamparan lapangan hijau yang dulunya dipakai untuk latihan prajurit Mangkunegaran. Letaknya dekat gapura hijau, pintu utama kompleks pura. Di sisi timurnya berdiri Gedung Kavallerie Artillerie.
Pendopo Ageng
Berukuran 3.500 meter persegi, pendopo ini berbentuk Joglo dan sanggup menampung hingga 10.000 orang. Bangunan megah ini sering digunakan untuk acara penting dan upacara budaya.
Pringgitan
Terletak di belakang Pendopo Ageng, pringgitan adalah ruang transisi yang biasa digunakan untuk menyambut tamu kehormatan dan menggelar pertunjukan wayang. Bentuknya khas, bergaya kuthuk ngambang.
Baca Juga: Anak Muda Belum Tahu Pentingnya Punya Asuransi
Ndalem Ageng
Bangunan berbentuk limasan ini kini berfungsi sebagai museum. Di dalamnya tersimpan berbagai benda bersejarah yang berkaitan erat dengan Mangkunegaran.
Keputren
Inilah kawasan tempat tinggal keluarga kerajaan. Dihiasi patung bergaya Eropa klasik dan kolam air mancur, Keputren menyuguhkan suasana tenang sekaligus elegan.
Pracimoyasa
Ruang keluarga yang terbuka ke arah taman ini sering dipakai untuk pertemuan penting maupun acara besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Gugatan Praperadilan Dokter Tifa Kandas di PN Jaksel, Ini Penyebabnya
-
4 Masalah Hyundai Ioniq 5 yang Bikin Influencer Aa Juju Kecewa Berat
-
Di Balik Buku Presiden Solusi: Bukti Kinerja Nyata atau Propaganda Istana?
-
Spek Vivo V80 Lite 5G Terungkap, Performa Dimensity 7360-Turbo Jadi Andalan
-
Truk Rem Blong Kecelakaan di Silaing Bawah, Satu Korban Terjepit
-
Pemuda Trowulan Tewas Hantam Bokong Dump Truk yang Parkir di Bahu Jalan
-
Maarten Paes Mulai Tersisih di Ajax, Ter Stegen Kini Jadi Kiper Utama di 2 Kompetisi
-
Kejar-kejaran Bak Film Action, Polisi Gagalkan Pengiriman 93 Kg Ganja di Medan
-
6 Rekomendasi Horor Psikologis di Netflix, Siap Mengguncang Kewarasan
-
9 HP Murah Rp1 Jutaan dengan Spesifikasi Menarik, Ada NFC hingga Baterai 6.300 mAh