Suara.com - Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Hari tersebut menjadi momen penting untuk memperingati perjuangan para pahlawan di bidang pendidikan yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara. Lantas, apakah tanggal 2 Mei 2025 menjadi hari libur nasional?
Jawabnya tidak. Aktivitas perkantoran dan belajar mengajar berjalan seperti biasa. Ini karena hari pendidikan nasional tidak termasuk hari libur nasional, tetapi hari peringatan nasional yang justru mendapatkan tempat khusus bagi masyarakat Indonesia.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan cuti bersama tahun 2025, diputuskan bahwa tanggal 2 Mei 2025 tidak tercantum sebagai hari libur nasional. Penetapan 2 Mei 2025 sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tertera dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 tahun 1961 tentang perubahan Keppres Nomor 316 tahun 1959. Keppres tersebut membahas tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur.
Hardiknas tergolong dalam hari-hari nasional tetapi bukan hari libur nasional. Oleh karena itu, meskipun tanggal 2 Mei merupakan hari penting tetapi bukan tanggal merah dalam kalender nasional sehingga tidak libur.
Sejarah Hardiknas
Hari Pendidikan Nasional dibentuk, ditetapkan, dan diperingati dalam rangka untuk menghormati jasa salah satu pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara yang berfokus pada bidang pendidikan. Ki Hajar Dewantara menjadi tokoh pelopor dunia pendidikan Indonesia. Ia mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa. Penetapan tanggal 2 Mei sebagai Hardiknas merujuk kepada hari lahir Ki Hajar Dewantara yang lahir pada 2 Mei.
Perjuangan Ki Hajar Dewantara di ranah pendidikan berlangsung ketika ia melihat ketimpangan pendidikan yang diraih masyarakat Indonesia. Pria kelahiran masa kolonial Belanda ini melihat anak-anak seumurannya yang tak dapat menempuh pendidikan, sedangkan dirinya dapat menempuh pendidikan.
Ki Hadjar Dewantara memang lahir dari keluarga terpandang di era itu. Ia memiliki rasa empati dan simpati besar pada anak-anak seumurannya. Ia ingin pendidikan dapat diraih oleh kalangan mana saja, tidak ada diskriminasi dalam pendidikan karena menurutnya semua orang berhak untuk mengenyam pendidikan, baik kaya maupun miskin.
Ki Hadjar Dewantara pun sering mengkritik pemerintah kolonial Belanda mengenai kebijakan mereka yang berhubungan dengan pendidikan. Akibatnya, Ki Hajar Dewantara pernah diasingkan. Setelah bebas dari pengasingan, Ki Hajar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa di Yogyakarta, pada 3 Juli 1922.
Baca Juga: Kapan Jadwal Cuti Bersama Idul Adha 2025? Ini Rincian Tanggal Libur Panjang Bulan Mei dan Juni
Dalam upaya meningkatkan pendidikan dan menyebarkan pendidikan ke semua kalangan tanpa diskriminasi ini, Ki Hadjar Dewantara berlandaskan pada filosofi pendidikan yakni, Tut Wuri Handayani atau di belakang memberi dorongan. Filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara tersebut sampai sekarang menjadi semboyan pendidikan Indonesia.
Atas dedikasinya yang besar terhadap dunia pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara pernah mengemban jabatan sebagai Menteri Pendidikan Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Hari Pendidikan Nasional pun sampai sekarang dirayakan secara luas, khususnya di lingkungan lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan tema peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, yakni "Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua."
Kemendikdasmen juga telah merilis informasi tema dan logo peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025. Informasi tema dan logo peringatan Hardiknas 2025 ini termuat dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Nomor: 7441/MDM.A/TU.02.03/2025 Perihal Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025.
Logo Hardiknas 2025 ini menampilkan berbagai simbol yang memiliki makna filosofis. Terdapat tiga sosok manusia berwarna merah, biru, dan abu-abu yang menjulang ke atas dengan gerakan dinamis dan penuh semangat. Ketiga sosok tersebut melambangkan keberagaman, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia.
Warna-warna yang terdapat dalam logo menggambarkan semangat, kreativitas, energi positif, serta inklusivitas dalam proses pendidikan. Sosok di tengah, berwarna biru. Sosok ini mengarah langsung ke sebuah bintang berwarna emas di atasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
Terkini
-
Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resminya
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Sedih dan Menyentuh Hati Mengingatkan Kita Tentang Kehilangan Ramadan
-
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
-
Michael Bambang Hartono Punya Anak Berapa? Ini Fakta Keluarga Bos Djarum
-
5 Jenis Pertanggungan BPJS Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Karyawan
-
Profil dan Rekam Jejak Michael Bambang Hartono, Bos Djarum Meninggal Dunia
-
7 Parfum Alfamart Tahan Lama Mulai Rp20 Ribuan, Bebas Bau saat Silaturahmi Lebaran
-
Promo THR Lebaran Alfamart Berakhir Hari Ini 19 Maret 2026, Borong Khong Guan dan Marjan Segera
-
Promo Superindo Besar-besaran Jelang Lebaran, Cuma Hari Ini 19 Maret 2026!
-
30 Link Template Kartu Ucapan Idul Fitri 2026 Siap Download