Berdasarkan laporan CNN, setelah kemunculan pabrik tisu di berbagai wilayah Eropa dan Amerika, kebiasaan cebok menggunakan tisu makin mengakar hingga kini, bahkan menjadi bagian dari standar kebersihan modern versi Barat.
Namun, sejumlah penelitian medis menunjukkan bahwa metode cebok menggunakan air lebih bersih dibandingkan tisu.
Menurut pakar kesehatan, air dapat menghilangkan lebih banyak bakteri dan kotoran daripada tisu kering yang hanya menyeka permukaan.
Ini juga menjadi alasan mengapa toilet dengan semprotan air atau bidet kini mulai dilirik oleh masyarakat Barat yang lebih sadar akan kebersihan area intim.
Meski demikian, perbedaan ini tidak bisa dilepaskan dari faktor budaya yang telah mengakar selama ratusan tahun. Bagi sebagian besar masyarakat Barat, menggunakan tisu toilet sudah menjadi warisan turun-temurun.
Begitu juga di Timur, menggunakan air adalah bagian dari nilai dan norma kehidupan sehari-hari yang dijaga lintas generasi.
Pada akhirnya, baik menggunakan air maupun tisu, semua kembali pada konteks lingkungan, ajaran hidup, dan kemudahan akses.
Secara ilmiah, cebok pakai air tetap direkomendasikan karena lebih higienis, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kebersihan pribadi.
Berita Terkait
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Di Daerah Ini Kemiskinan Menyusut ke 6,54 Persen, Namun Ketimpangan Kian Melebar
-
Sambut HUT RI ke-81, Merah Putih 500 Meter Membentang di Bekasi
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
-
Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci