12. Anak usai 5 tahun ke atas wajib mempunyai tiket sendiri. Sementara, anak di bawah 5 tahun harus berada di bawah pengawasan orang tua karena acara akan melibatkan api serta barang-barang yang mudah terbakar.
13. Tiket hanya bis digunakan sesuai sesi yang tertera. Panitia berhak menolak peserta yang masuk ke area acara jika tiket tidak sesuai dengan sesi yang temgah berlangsung.
14. Tiket masuk kawasan Candi Borobudur hanya berlaku untuk satu kali masuk dan keluar saja. Jika Anda keluar dari kawasan Borobudur, maka harus membeli tiket masuk lagi.
15. Tidk diperbolehkan membawa makanan selama acara berlangsung untuk menjaga kekhidmatan suasana. Namun boleh membawa minuman, asalkan menggunakan tumbler atau botol untuk mengurangi sampah plastik dan menjaga kebersihan area acara.
16. Tripod boleh dibawa, namun harap digunakan secara bijak agar tidak mengganggu jalannya acara atau peserta lainnya.
17. Kamera hanya boleh digunakn di tempat duduk masing-masing tanpa mengganggu peserta lain yang hadir.
18. Demi kenyamanan dan keselamatan bersama, maka tidak diperkenankan untuk membawa drone. Panitia berhak menyita atau menurunkan drone yang sengaja diterbangkan tanpa izin sebelumnya.
19. Peserta tidak boleh membawa pulang lampion.
20. Peserta tidak diperkenankan membawa lampion dari luar.
Baca Juga: 30 Kata-Kata Bijak Buddha tentang Kedamaian: Menemukan Tenang di Tengah Riuh Hidup
21. Semua perlengkapan yang ada di lokasi acara, termasuk lilin dan lampu LED, menjadu bagian dari dekorasi dan properti penyelenggara. Oleh sebab itu, benda-benda tersebut tidak diperbolehkan untuk dibawa pulang atau dipindahkan.
Larangan di Candi Borobudur
Selain ketentuan yang berlaku selama festival lampion hari raya Waisak, ada pula larangan yang harus dipatuhi selama berad di Candi Borobudur. Sebab selain sebagai tempat wisata, Candi Borobudur juga termasuk tempat beribadah umat Budha. Berikut adalah beberapa larangan di Candi Borobudur:
1. Dilarang Melakukan Vandalisme
Vandalisme adalah kegiatan merusak sesuatu dengan cara mencoret-coret karya berharga, misalnya lukisan atau bangunan. Apalagi bangunan Candi Borobudur yang terbuat dari batu, usianya sudah mencapai 100 tahun sangatlah sensitif dan mudah rapuh. Tak heran bila, aksi vandalisme di kawasan Candi Borobudur dilarang keras.
Pasalnya pembersihan coretan-coretan itu tentunya sangat sulit, karena bangunannya rentan jika sampai terkena bahan kimia. Selain itu, proses pembersihannya tidak bisa langsung menggunakan bahan pembersih, misalnya sabun atau yang lain.
2. Tidak Duduk di Stupa
Banyak pengunjung lokal dan mancanegara yang belum mematuhi aturan satu ini. Bahkan beberapa foto juga sempat tersebar saat wisatawan sengaja duduk di atas stupa Candi Borobudur. Padahal sudah tersedia tulisan yang melarang pengunjung untuk menduduki atau bersandar.
Mengingat usia Candi Borobudur yang sudah mencapai 1000-an tahun, dengan kamu menduduki atau sekedar bersandar dikhawatirkam akan membuat konstruksi rusak. Ditambah lagi terdapat beban kunjungan yang diperkirakan mencapai 58.000 orang per hari.
3. Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Sejak Februari tahun 2020, telah ditemukan kurang lebih 3.000 bekas permen karet di bangunan Candi Borobudur. Sebagai wisatawan yang hendak berkunjung di sini, kamu diwajibkan untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak mengotori kawasan candi, agar tetap terjaga kelestariannya dan sejarahnya.
4. Tidak Berkata Kotor
Sebagai tempat ibadah umat Budha, Candi Borobudur merupakan tempat yang sakral dan dihormati. Pada umumnya setiap berkunjung ke tempat tersebut, pengunjung tidak boleh sembarangan berkata kasar, atau datang tanpa adanya etika.
5. Tidak Berpose Foto Berlebihan
Foto berlebihan yang dimaksud di sini yaitu lompat bersama-sama di atas Candi Borobudur, berdiri di atas stupa. Tentu hal ini tidak boleh dilakukan karena dapat merusak struktur bangunan candi. Sekarang kamu bisa berfoto seperti berdiri dengan latar belakang candi atau stupa, serta arsitektur dinding lainnya.
Itulah larangn di candi Borobudur yang wajib dipatuhi. Apalagi bagi calon peserta acara festival lampion.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Dugaan Markup Harga Telur hingga Judi Online, BGN Mulai Bersih-Bersih SPPG
-
Cari Laptop Rp5 Jutaan? Infinix XBOOK B15 Punya Banyak Kejutan dan Layak Dilirik
-
Prediksi Indonesia vs Thailand Malam Ini, Siapa Lebih Berpeluang Juara?
-
Dapat Perlawanan Sengit, Timnas Indonesia Sikat Kazakhstan 3-0
-
Gabah Makin Mahal, Produsen Beras Berdarah-darah: Jual Mahal Kena HET, Jual Murah Nombok
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Karhutla 600 Hektare di Way Kambas Padam, Menhut Klaim Gajah Liar Aman
-
Tanpa Jarum dan Operasi, Ini Rahasia Kencang Kulit Yuni Shara di Usia Setengah Abad
-
Rilis Bloody Paradise: ENHYPEN Temukan Surga di Tengah Kekacauan Dunia