Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah pada angka 130/80 mmHg atau melebihinya.
Penyakit ini merupaan penyebab utama kematian dini dan penyakit kardiovaskular. Hipertensi ini disebabkan oleh banyak hal, seperti faktor keturunan, penggunaan obat-obatan tertentu, kecanduan alkohol, dan banyak sebab lain.
Apabila diabaikan, penyakit ini dapat membuat jantung bekerja lebih keras. Hal ini bisa membuat jantung membesar hingga merusak pembuluh darah dan ginjal tidak dapat bekerja dengan baik.
Banyak gejala darah tinggi yang mungkin tidak disadari. Mengutip Times of India, berikut gejala yang tidak boleh diabaikan. Segera hubungi dokter apabila merasakannya.
1. Pusing dan Berkunang-kunang
Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga dapat ditandai dengan pusing atau berkunang-kunang. Kondisi ini menandakan adanya tekanan pada sirkulasi tubuh. Pusing merupakan keluhan yang sangat umum dialami orang-orang yang menderita hipertensi.
Tekanan darah tinggi dapat mengurangi pengiriman oksigen ke berbagai organ tubuh yang dapat menyebabkan rasa lelah yang tidak bisa dijelaskan, bahkan sampai pingsan.
2. Sakit Kepala Parah
Merasakan sakit kepala secara terus menerus tidak boleh dianggap remeh. Sakit kepala, terutama pada pagi hari dapat menjadi tanda tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Hipertensi Ancam Kesehatan Remaja, Ini Biang Keroknya!
Sakit kepala ini sering sekali terasa seperti nyeri berdenyut dan dapat terus berlanjut meskipun sudah minum obat yang dijual bebas di apotek.
Penyebab ini karena tekanan darah tinggi yang menekan pembuluh darah di otak. Jika mengalami sakit kepala terus menerus, kamu harus segera berkonsultasi dengan dokter. Jangan sampai terlambat!
3. Gangguan Penglihatan
Perubahan pada penglihatan bisa menjadi indikasi tekanan darah tinggi. Kondisi seperti penglihatan yang kabur, penglihatan ganda, atau tiba-tiba kehilangan penglihatan menjadi tanda bahwa kamu mengalami retinopati hipertensi.
Retinopati hipertensi ini merupakan kondisi ketika tekanan darah tinggi sudah mulai merusak pembuluh darah di retina. Apabila tidak segera diobati, hipertensi dapat menyebabkan gangguan penglihatan secara permanen.
Jika merasakan gejala gangguan penglihatan, segera hubungi dokter agar mendapatkan pengobatan.
4. Sulit Bernafas
Gejala lain dari tekanan darah tinggi yang sering disalahartikan sebagai hal lain adalah sesak napas. Kondisi ini tidak bisa dijelaskan bahkan tanpa aktivitas fisik, menjadi tanda bahaya hipertensi.
Kondisi ini disebabkan ketika tekanan darah tinggi memaksa jantung untuk bekerja lebih keras yang berpotensi menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru.
5. Nyeri Dada
Nyeri dada saat istirahat atau aktivitas ringan merupakan peringatan hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat membebani jantung sehingga meningkatkan risiko angina atau serangan jantung.
Rasa tidak nyaman di dada ini tentu tidak boleh diabaikan karena dapat mengindikasikan kurangnya aliran darah ke jantung. Apabila merasakan nyeri dada parah disertai keringat, mual, dan nyeri lengan, segera berobat!
Cara Mengurangi Risiko Hipertensi
Ada beberapa langkah penanganan hipertensi, yaitu dengan cara sebagai berikut:
1. Penggunaan Obat
Bila seseorang dengan hipertensi sudah diberikan obat oleh dokter, maka obat itu harus rutin dikonsumsi, yang ditujukan untuk menjaga kestabilan tekanan darah agar dapat terhindar dari komplikasi darah tinggi.
2. Perubahan Gaya Hidup
Sebelum hipertensi mengganas dan menyebabkan komplikasi, maka orang tersebut harus segera mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat. Biasanya orang dengan hipertensi akan didampingi dokter gizi untuk memodifikasi gaya hidupnya.
3. Periksa Tekanan Darah Rutin
Untuk memastikan hipertensi tidak semakin parah, dokter akan menyarankan pasien rutin menjalani pemeriksaan tekanan darah rutin. Sebaiknya dilakukan setelah bangun tidur pagi setiap hari, di jam dan waktu yang sama.
Berita Terkait
-
7 Herbal Ampuh Pengganti Obat Kimia untuk Atasi Hipertensi Tanpa Efek Samping
-
5 Bahaya Tak Terduga Konsumsi Herbal Berlebihan bagi Pengidap Hipertensi yang Jarang Diungkap
-
Kisah Tio Pakusadewo Terserang Stroke 2 Kali, Ogah Minum Obat Hipertensi Seumur Hidup!
-
Hipertensi sampai Kolesterol, Waspadai 6 Penyakit yang Rentan Terjadi saat Lebaran
-
Hipertensi Ancam Kesehatan Remaja, Ini Biang Keroknya!
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
Terkini
-
Rekomendasi Rute "War Takjil" Sehari dari Tengah ke Selatan Jogja, Ada 4 Titik yang Bisa Dicoba
-
Hasil Sidang Isbat 2026 Diumumkan Jam Berapa? Ini Jadwal Resmi dari Kemenag
-
Kapan Salat Tarawih 2026? Ini 1 Ramadan Versi Muhammadiyah, NU, Pemerintah
-
Niat Salat Tarawih: Sejarah, Keutamaan, dan Niat dalam Arab serta Latin
-
Tren Fesyen Ramadan 2026: Modest, Fungsional, dan Tetap Stylish dari Harian hingga Lebaran
-
Sirkus Tradisional dalam Wajah Modern: Keajaiban Kooza yang Tak Terlupakan
-
Ramalan 12 Shio di Tahun Kuda Api 2026: Karier, Keuangan, dan Asmara
-
Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Bacaan Surat Pendeknya
-
Apa Boleh Puasa Pertama Ikut NU dan Pemerintah, tapi Lebaran Ikut Muhammadiyah?
-
Lipstik Warna Cokelat Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Elegan