Suara.com - Ramadan selalu identik dengan suasana malam yang lebih hidup dari biasanya. Setelah berbuka dan menunaikan salat Isya, umat Islam berbondong-bondong menuju masjid untuk melaksanakan salat Tarawih.
Ibadah ini menjadi momen istimewa karena hanya hadir setahun sekali, membawa nuansa kebersamaan, kekhusyukan, dan semangat memperbanyak amal. Bagi banyak keluarga Muslim di Indonesia, Tarawih bukan sekadar salat sunnah, tetapi juga tradisi spiritual yang mempererat hubungan antaranggota keluarga dan masyarakat sekitar.
Meski sering dilakukan sejak kecil, tidak sedikit orang yang masih bertanya tentang sejarah Tarawih dan bagaimana sebenarnya niat salat Tarawih yang benar.
Lalu, seperti apa sejarah Tarawih dan bagaimana niat Tarawih yang benar? Simak inilah selengkapnya.
Sejarah Salat Tarawih
Salat Tarawih merupakan salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan. Secara bahasa, “tarawih” berasal dari kata raaha yang berarti istirahat. Disebut demikian karena pada praktiknya, umat Islam biasanya beristirahat sejenak setelah setiap dua atau empat rakaat.
Pada masa Nabi Muhammad, salat Tarawih pernah dilakukan secara berjamaah di masjid. Dalam beberapa riwayat hadis, beliau melaksanakan Tarawih bersama para sahabat selama beberapa malam. Namun, pada malam-malam berikutnya beliau tidak keluar lagi untuk berjamaah karena khawatir salat tersebut akan diwajibkan kepada umatnya. Oleh sebab itu, pada masa hidup beliau, Tarawih lebih sering dilakukan secara sendiri-sendiri.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad, pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, salat Tarawih kembali dihidupkan secara berjamaah. Khalifah Umar melihat kaum Muslimin salat sendiri-sendiri dalam kelompok kecil di masjid, lalu beliau mengumpulkan mereka di bawah satu imam agar lebih teratur dan khusyuk. Sejak saat itu, tradisi salat Tarawih berjamaah menjadi kebiasaan yang terus berlangsung hingga sekarang.
Jumlah rakaat Tarawih sendiri memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, dan ada pula yang melaksanakan 20 rakaat ditambah witir. Perbedaan ini tidak perlu diperdebatkan karena keduanya memiliki dasar riwayat yang kuat dan sama-sama sah dalam praktiknya.
Baca Juga: Tren Fesyen Ramadan 2026: Modest, Fungsional, dan Tetap Stylish dari Harian hingga Lebaran
Pengertian dan Pentingnya Niat dalam Sholat
Niat merupakan tekad dalam hati untuk melakukan suatu ibadah karena Allah SWT. Dalam Islam, niat menjadi penentu sah atau tidaknya suatu amalan. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal tergantung pada niatnya. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan salat Tarawih, seorang Muslim perlu menghadirkan niat di dalam hati.
Bacaan Niat Sholat Tarawih Sendiri
Berikut adalah bacaan niat salat Tarawih yang dikerjakan sendiri (munfarid):
Arab:
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Berita Terkait
-
Tren Fesyen Ramadan 2026: Modest, Fungsional, dan Tetap Stylish dari Harian hingga Lebaran
-
Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah Beserta Bacaan Surat Pendeknya
-
Apa Boleh Puasa Pertama Ikut NU dan Pemerintah, tapi Lebaran Ikut Muhammadiyah?
-
Gunakan Sistem Khumasi, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Hari Ini
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi