Suara.com - Produksi kopi Indonesia menghadapi tantangan besar. Di tengah krisis iklim dan persaingan global yang kian ketat, kualitas dan keberlanjutan menjadi syarat mutlak. Sayangnya, masih banyak petani kopi yang belum menerapkan praktik lestari atau belum terhubung dengan pasar yang menghargai kualitas dan cerita di balik secangkir kopi. Terutama generasi muda, yang kerap dianggap jauh dari dunia pertanian.
Namun, anggapan itu mulai dipatahkan. Semangat untuk memajukan kopi lestari kini justru tumbuh dari para petani muda. Seperti yang dilakukan Tim Kopi Lestari GEF SGP Indonesia. Mereka adalah perwakilan anak muda dari sejumlah kelompok tani yang berkomitmen pada praktik pertanian kopi berkelanjutan.
Demi memperkuat kapasitas dan membuka peluang baru, mereka mengikuti serangkaian kunjungan belajar dari 14 hingga 16 Mei 2025. Tujuannya jelas mempercepat adopsi praktik terbaik, meningkatkan kualitas produk, dan membangun jejaring demi keberlanjutan ekonomi petani.
Kunjungan diawali dengan menyambangi Java Frinsa Estate di Pengalengan, Jawa Barat, lewat kolaborasi dengan SCOPI dalam program Origin Trip and Learning Exchange. Di sana, mereka belajar langsung soal budidaya, pengolahan, hingga standarisasi green bean untuk pasar ekspor.
Hari berikutnya, mereka menjelajahi World of Coffee di JCC Senayan—ajang kopi terbesar dunia. Lebih dari 400 jenama kopi dari berbagai negara hadir. Para petani muda ini bukan hanya belajar, tapi juga mempromosikan biji kopi dari daerah masing-masing kepada para pelaku industri global.
Tak hanya berhenti di pameran, mereka melanjutkan jejaring ke Kafe Sagaleh dan bertemu dengan praktisi seperti Dimas dan Yoyok “Daru” Handoyok dari Noozkav, seorang Q Grader dan Q Processor. Pertemuan ini membuka wawasan soal pentingnya kualitas, teknik pengolahan, dan storytelling dalam pemasaran kopi.
Hari ditutup dengan kunjungan ke Dunia Kopi di Pasar Santa, salah satu pusat penjualan kopi lokal dengan jangkauan ekspor ke berbagai negara. Di sana, mereka bertemu Suradi, pemilik Dunia Kopi, yang membagikan resep suksesnya: kualitas unggul, harga terjangkau, dan pelayanan terbaik.
Inspirasi dari Cibulao
Tim Kopi Lestari bersama Bambang Supriyanto, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Dirjen PSKL) tahun 2019-2024 dan Aries Indranarto, Staf Ahli Kementerian Investas tahuni 2019-2024 menyambangi Kelompok Tani Hutan Cibulao Lestari di Puncak, Kab. Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga: Roemah Koffie Academy: Lahirkan Barista Kelas Dunia dan Pelestari Budaya Kopi Indonesia
Dalam kunjungan tersebut, Tim mendapatkan inspirasi dan kisah sukses KTH Cibulao Lestari yang dipimpin Kiryono dalam memadukan kualitas kopi dengan pelestarian lingkungan yang berada di hulu sungai Ciliwung.
Berawal dari semangat menanam kopi robusta yang dibawa dari kampung halamannya Temanggung, KTH Cibulao Lestari sempat mengalami kegagalan.
Karena pada mulanya masyarakat Desa Cibulao yang mayoritas menanam tanaman holtikultur dan perambah hutan sempat menggagalkan aksi konservasi yang dilakukan Kiryono dengan menanam tanaman endemik.
Namun, dengan ketekunan, kesabaran, serta sosialisasi yang tiada henti masyarakat mulai sadar dan mengikuti jejak Kiryono. Dengan bantuan pendampingan dari Insititut Pertanian sejak 2010 silam dan LSM @latin_id , mereka berhasil mengembangkan kopi berkualitas tinggi sambil menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi ancaman erosi serta krisis air di kampung mereka.
Bahkan pemikiran masyarakat terhadap konservasi dan kopi telah berubah dengan tidak terjadinya penebangan pohon besar dan tua yang berfungsi sebagai penaung tanaman kopi.
Nama kopi Cibulao pun kian bersinar saat dinobatkan sebagai Kopi Robusta Terbaik Nasional dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia di tahun 2016 lalu. Dan menjadi cikal bakal specialty coffee kebanggaan Jawa Barat dan Kabupaten Bogor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
5 Rekomendasi Sandal Empuk untuk Kesehatan Lansia, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
7 Vitamin Wajib untuk Lansia, Atasi Badan Lemas Tubuh Auto Bertenaga
-
5 Rekomendasi Parfum Mobil Terbaik yang Tidak Bikin Pusing dan Mual
-
5 Rekomendasi Sepatu Safety Krisbow Terbaik untuk Kerja, Aman dan Nyaman
-
Skincare Apa Saja yang Sebaiknya Dipakai di Usia 50-an? Simak Anjuran Dokter Kulit
-
5 Sepatu Velcro Lokal Tanpa Tali, Solusi Anti Repot Buat Orang Tua
-
5 Sabun Cuci Muka Pilihan Paling Aman untuk Lansia, Ampuh Rawat Kulit Menipis
-
5 Parfum Murah Pria Tahan Lama Mirip Bleu de Chanel, Mulai Rp200 Ribuan
-
Begini Cara Warga Kertabumi Ubah Plastik Bekas Jadi Penghasilan Jutaan
-
5 Lip Balm Rp50 Ribuan untuk Lembapkan Bibir Kering dan Keriput di Usia 50 Tahun