Untuk memastikan keaslian cita rasa dan kualitas sajian, 88SEOUL dikembangkan dengan pendekatan yang serius dan kolaboratif.
Dalam proses perancangannya, F&B ID menggandeng Chef Lim Jong Bin, chef bersertifikasi resmi dari pemerintah Korea Selatan yang telah menekuni dunia kuliner selama 20 tahun.
Chef yang akrab disapa Chef JB ini bertanggung jawab penuh dalam merancang seluruh menu, mulai dari pemilihan bahan, komposisi rasa, hingga teknik penyajian.
Kehadiran Chef JB memastikan bahwa setiap hidangan di 88SEOUL tidak hanya autentik, tetapi juga menyampaikan kehangatan dan perhatian khas masakan rumahan Korea, sesuai dengan semangat “Seoulful Korean Cuisine” yang diusung oleh brand ini.
Lebih dari sekadar menyajikan makanan, 88SEOUL juga dirancang sebagai ruang yang membawa pelanggan menyelami nuansa budaya Korea secara lebih mendalam.
Nama brand “88SEOUL” dipilih dengan penuh makna. Angka “88” merujuk pada tahun 1988, sebuah periode penting yang menandai lahirnya semangat dan kebanggaan nasional bagi masyarakat Korea Selatan.
Semangat inilah yang dihidupkan kembali melalui detail interior dan dekorasi era 1980-an sehingga menghadirkan suasana nostalgia yang hangat.
Atmosfer ini juga menjadi cara F&B ID untuk merespons antusiasme masyarakat Indonesia terhadap budaya dan kuliner Korea.
Lebih lanjut, Devin mengatakan bahwa dari hasil risetnya di tahun 2024, terlihat jelas bahwa makanan Korea memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam lanskap kuliner di Indonesia.
Baca Juga: 5 Ciri Khas Masakan Peranakan yang Wajib Kamu Tahu, Bukan Sekadar Citara Tionghoa!
Popularitas hidangan Korea tidak lagi bersifat musiman, tetapi telah bertransformasi menjadi preferensi yang konsisten, terutama di kalangan generasi muda yang akrab dengan budaya Korea lewat musik, drama, dan gaya hidup.
Buat kamu para pencinta kuliner Korea, beragam menu 88SEOUL sudah bisa dnikmati mulai Kamis, 22 Mei 2025.
Dengan kapasitas hingga 50 seats, 88SEOUL siap menjadi destinasi baru bagi food enthusiasts, khususnya penggemar hidangan Korea.
Beberapa hidangan utama yang bisa dipilih, di antaranya Ganjang Chicken, Ojingeo Bokkeum, Beef Bulgogi, sampai Yangnyeom Shrimp.
Dan semua hidangan tersebut mendapat approval langsung dari Kely Korea, konten kreator asal Korea Selatan yang sedang viral di Indonesia.
"Saya sudah mencoba hidangan di sini sebelumnya. Dan saya approve semua cita rasanya otentik," kata Kelly yang juga hadir dalam pembukaan 88SEOUL.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Survei Ipsos: Masyarakat Kini Tak Lagi Mudah Tergiur Promo
-
Keberlanjutan Tak Lagi Sekadar Tren, Begini Cara Industri Mulai Mengubah Cara Bertumbuh
-
Pameran Hewan Kini Punya Wajah Baru, Edukasi dan Komunitas Jadi Daya Tarik Utama
-
6 Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat di Indonesia
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
-
3 Moisturizer Jepang Terbaik untuk Lawan Penuaan Dini, Bikin Kulit Kencang dan Glowing!
-
Apa Cushion yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi Terbaik sesuai Review
-
Sunscreen atau Primer Dulu? Ini Panduan Skincare dan Makeup Tahan Lama
-
Sabun Cuci Muka Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Pilihan dengan Klaim Kontrol Minyak
-
Kardinal Suharyo Soroti Krisis Moral di Era Teknologi: Dunia Masih Butuh Suara Hati