Suara.com - Di era digital yang semakin berkembang pesat, kebutuhan akan pusat data atau data center menjadi semakin krusial.
Hampir semua aktivitas manusia kini bergantung pada koneksi internet dan layanan berbasis digital— baik secara langsung maupun tidak langsung — yang bertumpu pada pusat data.
Contohnya komunikasi digital, seperti media sosial, email, dan aplikasi perpesanan disimpan dan dioperasikan lewat server di pusat data.
Begitu pula dengan ekonomi digital, di mana transaksi e-commerce, perbankan digital, dan kripto membutuhkan infrastruktur pusat data yang andal.
Begitu pula dengan kesehatan, di mana rekam medis digital, telemedicine, dan AI diagnosis semuanya di-host di pusat data.
Semua data yang digunakan dalam aktivitas ini harus tersimpan, terkelola, dan terdistribusi dengan baik melalui sistem penyimpanan yang andal dan aman.
Inilah yang menjadikan data center atau pusat data sebagai infrastruktur utama dalam mendukung ekosistem digital nasional.
Seiring meningkatnya penggunaan teknologi berbasis cloud, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan big data, maka permintaan terhadap layanan pusat data yang berkualitas pun ikut melonjak.
Tidak hanya dari sisi kapasitas penyimpanan, tetapi juga dari sisi keamanan, kecepatan akses, keberlanjutan energi, dan skalabilitas.
Baca Juga: Bersatu Hadapi Era Digital: Kuncinya Ada di Kolaborasi Lintas Sektor
Oleh karena itu, kehadiran infrastruktur digital seperti data center yang modern dan efisien menjadi salah satu syarat mutlak dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Menjawab tantangan tersebut, PT Intiland Development Tbk yang dikenal sebagai perusahaan pengembang properti terkemuka, mengambil langkah strategis dengan menggandeng ION Network (PT Solusi Data Cepat) untuk pengelolaan pusat data (data center) yang berlokasi di Surabaya.
Langkah ini menandai masuknya perusahaan tersebut ke sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), khususnya bisnis data center yang tengah berkembang pesat di Indonesia.
Kerja sama ini resmi ditandatangani di Jakarta dan menjadi tonggak penting dalam strategi diversifikasi bisnis perusahaan.
Keputusan memasuki bisnis infrastruktur digital bukanlah hal yang kebetulan. Ini merupakan respons atas meningkatnya kebutuhan nasional akan fasilitas teknologi yang mumpuni, seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
Salah satu poin penting dari kerja sama ini adalah pemilihan mitra teknologi yang memiliki rekam jejak kuat di bidang layanan infrastruktur digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
-
Apakah Virus Nipah Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Medisnya
-
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
-
Cara Mencegah Terpapar Virus Nipah: Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya
-
3 Skincare Anti Aging Maudy Ayunda untuk Atasi Penuaan Dini, Ada Efek Botox-nya
-
Apa yang Terjadi Jika Anda Terkena Virus Nipah? Kenali Gejala dan Pencegahannya
-
7 Program Mudik Gratis Lebaran 2026, Cek Link dan Cara Daftarnya!
-
Apakah Sepatu Skechers Bisa Dicuci di Mesin Cuci? Ini 4 Serie-nya yang Washable
-
Bibir Kering Sebaiknya Pakai Lip Cream Apa? Ini 5 Rekomendasinya untuk Usia 45 Tahun
-
Dari Ruang Kelas ke Forum Dunia: Cara Pelajar Indonesia Dilatih Jadi Diplomat Muda